Breaking News:

Buka Muswil Ke-3 IPHI Babel, Gubernur: Haji Mabrur adalah Motor Penggerak Perubahan

PANGKALPINANG - Harkat dan martabat haji mabrur hakekatnya adalah mampu menambah getaran-getaran tauhid

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
Diskominfo Babel
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Harkat dan martabat haji mabrur hakekatnya adalah mampu menambah getaran-getaran tauhid dalam diri dan diimplementasikan untuk melakukan perubahan-perubahan positif menuju kebaikan umat.

"Secara rohaniah, haji yang mabrur itu adalah membentuk getaran-getaran tauhid yang lebih besar. Jika telah terbentuk, dia akan melakukan perubahan secara lahiriah, yaitu melakukan kebaikan, perubahan sikap dan perilaku hidup sehari-hari, serta peningkatan kualitas ibadah dan juga keimanan," jelas gubernur, dalam sambutannya di acara Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) III Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Babel, di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Sabtu (4/09/2021).

Dari sinilah kemudian muncul kata-kata Ikatan Persaudaraan Haji yang maknanya untuk memotivasi haji mabrur agar berbuat dan melakukan perubahan-perubahan dengan jalan saling mengingatkan.

"Ikatan persaudaraan haji ini harus kuat dan saling memotivasi karena umat Islam di Indonesia sangat besar. Kita jangan hanya jadi penonton, ekonomi harus dipegang, karena garis kemiskinan paling besar juga adalah orang muslim. Buatlah perubahan, khususnya orang-orang dengan predikat haji agar menggerakkan kawan-kawan dan bersama-sama memberdayakan masyarakat. Di sinilah pentingnya ikatan persaudaraan haji dalam memberikan manfaat bagi masyarakat," papar gubernur.

Dirinya menyebut, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya, dan sebagai motornya adalah haji yang mabrur.

Orang nomor satu di Kepulauan Bangka Belitung ini mengingatkan bahwa, selama ini ada pemahaman yang sering dianggap biasa, yaitu makna dari haji mabrur. Biasanya orang-orang sangat bersemangat ketika mau menjalankan ibadah haji. Sesungguhnya, semangat yang diperlukan itu adalah semangat setelah pulang dari ibadah haji, ketika dia membuat perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.

"Nah, berapa persen haji-haji sekarang yang sudah mengimplementasikan perubahan-perubahan menuju haji mabrur, karena seorang haji harus ada bedanya dengan orang yang belum mendapatkan kesempatan berhaji," ujarnya.

Lebih jauh gubernur berharap dan ingin, agar IPHI terlibat di segala sektor pengembangan peradaban Islam di Kepulauan Bangka Belitung.

Tidak lupa, gubernur mengingatkan tiga hal yang harus dipahami selama masa pandemi Covid-19, yaitu jaga kesehatan, jangan takabur, dan jangan terlalu takut.

Di kesempatan yang sama, Plt. Ketua Pengurus Wilayah IPHI Babel, Subuh Wibisono menyampaikan pesan dari Ketua Umum IPHI Pusat, Ismet Hasan untuk melaksanakan Muswil III dengan waktu 1,5 bulan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved