Breaking News:

Dinkes Babel Latih 25 Orang Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk

Rangkaian kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita Tingkat Provinsi Tahun 2021 selesai dilaksanakan, Sabtu (4/9/2021).

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
Dinas Kesehatan Babel
Acara Pelatihan Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita Tingkat Provinsi Tahun 2021 di SUN Hotel Pangkalpinang, Sabtu (4/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dr. H. Andri Nurtito, MARS didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Hastuti, M.Sc dan Kasi Kesga Gizi, Itsnataini, S.ST., M.Kes. menutup rangkaian kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita Tingkat Provinsi Tahun 2021 di SUN Hotel Pangkalpinang, Sabtu (4/9/2021). 

“Balita dengan gizi buruk mempunyai dampak jangka pendek dan panjang, berupa gangguan tumbuh kembang, termasuk gangguan fungsi kognitif, kesakitan, risiko penyakit degeneratif di kemudian hari dan kematian. Tingkat kematian dan kesakitan anak dengan gizi buruk lebih tinggi dibanding anak dengan gizi baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan secara cepat dan tepat untuk mencegah kematian dan komplikasi lebih lanjut serta memperbaiki tumbuh kembang anak di masa mendatang,” ujar Andri.

Komitmen pemerintah dalam penanggulangan gizi buruk pada balita telah lama didengungkan baik di tingkat nasional maupun di daerah dan sudah ditindaklanjuti melalui berbagai upaya.

“Balita sekarang ini merupakan sumber daya yang akan memegang peran di masa yang akan datang. Sehingga mengelola balita sangat penting bukan dari sisi kesehatan saja, juga karena perintah agama janganlah meninggalkan anak yang lemah, dan takutlah kepada Allah, sehingga menjadi tugas bersama untuk memberikan pemahaman pada semua termasuk keluarga,” tegas Andri.

Kegiatan pelatihan berlangsung selama 6 hari, sejak tanggal 30 Agustus sampai dengan 4 September 2021.

Peserta kegiatan adalah tenaga kesehatan yang bertugas di 8 puskesmas masing-masing 3 orang terdiri dari unsur dokter, nutrisionis dan bidan/perawat. Kabupaten Bangka diwakili oleh Puskesmas Penagan, Petaling, dan Bakam, Kabupaten Bangka Barat diwakili oleh Puskesmas Simpang Teritip dan Jebus serta Kabupaten Bangka Selatan Puskesmas Air Gegas, Tiram dan Simpang Rimba serta 1 orang peserta pengelola program gizi dinkes provinsi. 

“Tujuan pelatihan ini  secara umum adalah tersedianya tenaga kesehatan (tim asuhan gizi) terlatih Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita di kabupaten lokus stunting. Diharapkan nantinya peserta yang sudah dilatih memahami kebijakan, mampu melakukan pengelolaan terintegrasi upaya penanggulangan gizi buruk pada balita, melakukan pencegahan dan penemuan dini gizi buruk, melakukan tatalaksana umum gizi buruk, talaksana gizi buruk di layanan rawat jalan, tata laksana gizi buruk di layanan rawat inap,” ujar Itsnataini selaku Ketua Panitia kegiatan.

Kegiatan terstandarisasi dari Bapelkes Ciloto sebanyak 47 JPL. Materi dasar disampaikan dua orang narasumber yaitu Kadinkes Provinsi dr. H. Andri Nurtito, MARS terkait kebijakan dan materi Anti Korupsi oleh IPDA Reza Fahlevi dari POLDA Provinsi Babel.  

Rangkaian pelatihan difasilitasi oleh tiga orang fasilitator yang sudah dilatih oleh Kemenkes RI yaitu dr. Radian Savani dari RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno, Reni Fatmadewi, S.Gz. dari RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dan Endah Setiowaty, AMd.Gz. dari dinas kesehatan provinsi. Saat kegiatan berlangsung hadir juga selaku pengendali diklat Sayang Permatasari, S.Kep dan Quality Control (QC) Fitri Mawarti, SKM, MKM serta tim dari Baplkes Ciloto.

Saat ini cakupan pelayanan bagi balita khususnya balita dengan gizi buruk masih perlu peningkatan baik dari peran keluarga dan masyarakat juga diperlukan deteksi dini dan pencegahan balita gizi buruk dalam upaya pencegahan dan tata laksana kasus.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved