Breaking News:

Dinkes Babel Latih 25 Orang Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk

Rangkaian kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita Tingkat Provinsi Tahun 2021 selesai dilaksanakan, Sabtu (4/9/2021).

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
Dinas Kesehatan Babel
Acara Pelatihan Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita Tingkat Provinsi Tahun 2021 di SUN Hotel Pangkalpinang, Sabtu (4/9/2021). 

”Penyelenggaraan kegiatan berjalan sesuai rencana, materi sudah tersampaikan secara keseluruhan baik materi dasar maupun lima materi inti. Tujuan pelatihan sesuai yang telah disampaikan Ketua Panitia pada saat pembukaan bahwa diharapkan tersedianya tim asuhan gizi terlatih. Dan Bangka Belitung dengan selesainya pelatihan ini mempunyai delapan tim asuhan gizi dari delapan puskesmas di wilayah kabupaten lokus stunting yaitu Bangka Barat, Bangka dan Bangka Selatan,” ungkap Hastuti.

Dalam upaya penanggulangan gizi buruk pada balita, tahun 2019 Direktorat Gizi Masyarakat kemkes RI bekerjasama dengan Unicef telah menyusun pedoman pencegahan dan tata laksana balita gizi buruk pada balita yang mengintegrasikan pelayanan rawat inap dan rawat jalan serta pemberdayaan masyarakat.

Untuk dapat memberikan pelayanan gizi buruk sesuai pedoman tersebut, diperlukan peningkatan kapasitas bagi tenaga kesehatan sebagai tim asuhan gizi di puskesmas.

“Saya meminta kepada peserta yang sudah dilatih, ilmu yang didapat tidak sampai disini tetapi diimplementasikan supaya angka wasting, stunting dan masalah gizi lain bisa menurun,” harap Andri.

Alman P.Manalu, dokter di Puskemas Air Gegas sebagai salah satu peserta kegiatan mengatakan, “Pelatihan ini membuat kita mampu melaksanakan pelayanan secara terpadu, terintegrasi tidak terkotak-kotak dalam pelayanan di puskesmas dan kita petugas memandangnya tidak hanya dari sisi pemberi layanan tetapi menilai dari sisi perilaku masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan lingkungan keluarga. Pemahaman menjadi lebih luas. Terimakasih telah diberi kesempatan belajar kembali,”  

Kegiatan dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh unsur yang terlibat peserta, fasilitator, MOT dan QC serta panitia kegiatan telah dilakukan swab antigen dan hasilnya semua dinyatakan negatif.

“Semua peserta telah selesai mengikuti rangkaian kegiatan dan dinyatakan lulus sesuai dengan standar kelulusan nilai terendah 81 dan tertinggi 100,” ujar Radian mewakili fasilitator. (*)

Penulis: Fitri M
Editor : Itsnataini
Fotografer: Rendro Iswadi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved