bangka pos hari ini
Alobi dan BKSDA Bangka Belitung Lepasliarkan 4 Satwa di Tahura Menumbing
sebelum dilepaskanliarkan ke hutan, keempat satwa tersebut telah menjalani rehabilitasi kurang lebih selama satu bulan.
BANGKAPOS.COM - Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bangka Belitung, melepasliarkan empat satwa di Taman Hutan Raya (Tahura) Menumbing, Muntok, Bangka Barat, Sabtu (4/9/2021).
Empat satwa yang dilepaskan ini, di antaranya, dua musang pandan dengan nama latin Paradoxurus hermaprhoditus dan dua elang brontok bernama latin Spizaetus Cirrhatus berjenis elang laut.
Ketua Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation Babel, Langka Sani mengatakan primata yang dilepas, merupakan pemberian dari masyarakat dan pusat penyelamatan satwa (PPS) Tegal Alur DKI Jakarta.
"Dua musang itu dari masyarakat khususnya Pangkalpinang dan dua elang itu dari PPS Tegal Alur Jakarta," kata Langka.
Baca juga: Besok Perpanjangan PPKM Berakhir Serentak, 4 Provinsi di Jawa dan Sumut Masuk Lima Besar Kasus Covid
Langka menjelaskan kedua jenis satwa liar ini merupakan primata asli dari Bangka Belitung.
Diakuinya, sebelum dilepaskanliarkan ke hutan, keempat satwa tersebut telah menjalani rehabilitasi kurang lebih selama satu bulan.
"Musang ini asli dari Bangka Belitung, kalau elang ini juga dari Bangka Belitung, kemungkinan elang ini yang di Jakarta didapatkan dari penyelundupan," ucapnya.
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional PT PLN Manyapa, Rumah Sakit Menjadi Pelanggan Prioritas
Untuk satwa liar hasil penyelundupan ini, pihaknya sudah dikirim surat sesuai Berita Acara Penyelidikan (BAP) nya dan satwa ini sudah siap dilakukan pelepas liarkan.
"Maka untuk itu kita mengadaptasi satwa tersebut di sini beberapa hari dan kita rasa dia sudah cukup untuk dilepasliarkan ke hutan liar," ujarnya.
Untuk mengatasi penangkapan hewan, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi melalui media sosial dan terjun langsung ke masyarakat.
"Kita juga turun terjun masyarakat saah satunya melakukan edukasi ke desa desa, ke sekolah sekolah dan kita juga melakukan istilahnya sekolah alam atau edukasi, di mana siswa dari SMP, SD, itu berkunjung ke tempat kita untuk melakukan edukasi," tegasnya.
Langka berharap dengan cara mensosialisasikan tentang satwa liar ke masyarakat, maka akan timbul kesadaran terhadap hewan yang dilindungi.
"Ayo kita sama sama melindungi hewan guna melestarikan satwa liar asli Bangka Belitung," harapnya.
Baca juga: Lebih dari 200 Ribu Masyarakat Tanda Tangani Petisi Boikot Saipul Jamil
Baca juga: Enji Baskoro Girang Bertemu Bilqis Usai 7 Tahun Cerai dari Ayu Ting Ting, Pintu Dibuka Sang Biduan
Sekretaris Daerah Babar, Muhammad Soleh mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh tim dari Alobi Bangka Belitung dan BKSDA Sumatera Selatan ini.
"Kami mengajak kepada semua masyarakat Bangka Barat mari kita jaga lingkungan, hutan dan berbagai satwa, karena ini adalah aset nasional, serta mari kita cegah penambangan liar dan penggundulan hutan," kata Soleh.
Pelepasan satwa yang dilindungi ini, melibatkan Tim dan turut hadir Wakapolres Bangka Barat, Kompol Johan Wahyudi, Kepala Umet Muntok, Wiyono, Kepala DLH Babar, Ridwan dan instansi terkait lainnya. (ynr)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210904_alobi-lepasliar-satwa-di-tahura-menumbing.jpg)