Breaking News:

Budaya Cerpen

Melukis Senja

udara segar penuh oksigen menyeruak masuk ke dalam rumah. Nenek Fatiah menghirup panjang udara

Editor: Agus Nuryadhyn
istimewa
Pemandangan matahari terbenam di Pantai Pendam Desa Pongok. (Ist/Pokdarwis Desa Pongok) 

BANGKAPOS.COM - Udara pagi begitu dingin menusuk kulit. Aroma embun semerbak diantara hijau dedaunan.

Matahari mulai menggantikan posisi purnama dengan riangnya.

Suara berisik ayam riuh terdengar menyantap makanan, pertanda kehidupan alam dimulai kembali setelah jagad diselimuti kesunyian malam.

Nenek Fatiah membuka jendela rumah dan pintunya.

Udara segar penuh oksigen menyeruak masuk ke dalam rumah.

Nenek Fatiah menghirup panjang udara, memasukkan pada paru-parunya.

Kesegaran menjalar pada tubuh yang renta itu, seperti baterai yang telah dicharge full untuk siap beraktivitas dengan penuh semangat.

Baca juga: Foto Maria Vania dengan Rambut Setengah Terurai Disorot, Ada yang Ketakutan Disangka Kuntilanak

Nenek Fatiah segera keluar rumah. Ia mengambil sapu lidi yang bersandar di pohon rimbun samping rumah.

Ia menyapu dedaunan kering yang memenuhi pekarangan rumahnya. Yah, pekarangan rumah nenek Fatiah cukup luas, selayaknya rumah-rumah di pedesaan.

Pepohonan rimbun yang tumbuh di pekarangan rumah nenek Fatiah membuatnya setiap hari berolahraga membersihkannya.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved