Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

1.137.824 Penduduk Harus Divaksin Agar Terbentuk Kekebalan Kelompok di Bangka Belitung

Targetnya, sebanyak 1.137.824 penduduk harus menjalani program vaksinasi agar tercipta kekebalan kelompok di masyarakat Bangka Belitung.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Anang Syarif Hidayat saat meninjau pelaksanaan vaksin di SMK Yapensu Sungaliat Senin (6/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Program vaksinasi dinilai efektif menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat.

Untuk mencapai kekebalan kelompok masyarakat terhadap Covid-19, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus menggencarkan percepatan vaksinasi.

Targetnya, sebanyak 1.137.824 penduduk harus menjalani program vaksinasi agar tercipta kekebalan kelompok di masyarakat Bangka Belitung.

Berbagai langkah dilakukan, seperti menambah gerai vaksinasi yang tersebar di 82 lokasi, dengan dukungan tenaga vaksinator sebanyak 777 orang. Itu semua dilakukan sebagai upaya mencapai herd immunity di Negeri Serumpun Sebalai.

“Untuk mencapai herd immunity di Babel setidaknya harus melakukan vaksinasi kepada 1.137.824 penduduk, namun hingga saat ini masih terhambat akibat stok vaksin yang habis,” jelas Wakil Gubernur (Wagub) Abdul Fatah kepada Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Pembahasan Monitoring dan Evaluasi Penerapan PPKM Level 4 di Luar Jawa Bali secara virtual, Minggu (5/9/2021).

Baca juga: Hasil Swab 89 Pelajar Terbukti Positif, Pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Bangka Ditunda

Oleh karena itu, Wagub meminta Pemerintah Pusat merespons cepat hal tersebut dengan distribusi vaksin ke daerah bisa lebih dipercepat lagi sehingga semua masyarakat bisa divaksin.

Selama PPKM berlangsung, Dijelaskan wagub bahwa pada periode 1-31 Agustus 2021 terjadi penurunan angka kematian di Babel.

Pada awal agustus lalu menyetuh hingga 30 orang meninggal dalam sehari karena Covid-19, sementara pada akhir agustus melandai hanya 11 orang meninggal.

Namun ia berharap meski menunjukan tren penurunan, seharusnya tidak membuat lengah dan memperketat protokol kesehatan.

Wagub mengatakan dengan didukung dengan ketersediaan tabung oksigen yang memadai, maka kebutuhan masyarakat terkonfirmasi positif dengan gejala berat dapat teratasi.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved