Breaking News:

Gosip Selebritis

Alasan Najwa Shihab Soroti Pembebasan Saipul Jamil, Tanggapan Sang Pedangdut : Gue Bodo Amat

Belakangan ini jadi heboh dan ramai diperbicangkan penyambutan bebasnya pedangdut Saipul Jamil dari Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Penulis: M Zulkodri (CC) | Editor: M Zulkodri
kolase tribunnews.com
Alasan Najwa Shihab Soroti Pembebasan Saipul Jamil, Tanggapan Sang Pedangdut : Gue Bodo Amat 

BANGKAPOS.COM---Belakangan ini jadi heboh dan ramai diperbicangkan penyambutan bebasnya pedangdut Saipul Jamil dari Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Bahkan kini muncul petisi untuk memboikot Saipul Jamil tampil di televisi dan YouTube.

Sebanyak hampir 300 ribu orang telah menandatangani petisi boikot Saipul Jamil tersebut.

Rupanya hal ini juga menjadi sorotan dari Najwa Shihab terkait penyambutan sang pedangdut.

Melalui laman Instagramnya, Nazwa Shihab mengunggah video bertajuk Glorifikasi dan Bahaya Normalisasi Kekerasan Seksual.

Video berdurasi 3 menit 19 detik itu menunjukkan momen mantan suami Dewi Perssik keluar dari Lapas Cipinang yang disambut karangan bunga hingga dielu-elukan saat menaiki mobil porsche.

Karena dinilai terlalu berlebihan layaknya pahlawan, Najwa Shihab dalam keterangan postingannya mengatakan, sambutan tersebut dapat berpotensi membuat publik maklum atas aksi kekerasan yang dilakukan artis 41 tahun itu terhadap korban.

"Perilaku ini lama kelamaan bisa membuat 'pemakluman' atas kekerasan seksual terhadap dua remaja yang dilakukannya," tulis Najwa Shihab, dikutip Tribunnews.com, Minggu (5/9/2021).

Baca juga: Video Gisel 13 Detik Ditonton Jutaan Kali, Siapa Sosok di Sampingnya?

Baca juga: Dulu Mati-matian Ingin Merdeka, Kini Ratusan Anak Muda Timor Leste Masuk ke Indonesia,

"Yang enggak kalah bahaya, orang-orang bisa enggak malu lagi kalau melakukan kekerasan seksual. Selain itu, perilaku ini juga bisa bikin orang-orang jadi merasa 'biasa' melihat para pelaku kekerasan seksual," tambahnya.

Lanjutnya, glorifikasi pembebasan Saipul Jamil yang dipertontonkan di media juga dapat memicu para korban kekerasan seksual untuk takut berbicara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved