Breaking News:

Pria Bertato dan Mantan Preman Ini Lamar Wanita Penghapal Al-Qur'an, Ayahnya Beri Reaksi Tak Terduga

Kerap disapa dengan sebutan Bang Tato,  lelaki ini membagikan sedikit kisah pertemuannya dengan istri hingga bershasil melamar sang istrinya

Tiktok hausilmu
Tangkapan layar Bang Tato 

Syarat-syarat pernikahan

Menikah merupakan sebuah kegiatan ibadah untuk menyempurnakan agama. Tak hanya itu, pernikahan juga termasuk janji suci yang mengikat seorang laki-laki dan perempuan secara lahir dan batin sebagai suami istri.

Dalam agama islam sebuah pernikahan memiliki 5 syarat nikah yang harus dipenuhi kedua calon mempelai. Apabila tidak dapat terpenuhi, maka pernikahan dianggap tidak sah secara agama. Simak syarat pernikahan dan penjelasannya di bawah ini.

1. Kedua mempelai beragama Islam

Dalam syariat Islam artinya kedua calon mempelai haruslah sama-sama beragama Islam. Apabila salah satu mempelai tidak beragama islam dan pernikahan dilakukan menggunakan tata cara Islam, maka pernikahan tersebut dianggap tidak sah.

2. Mempelai laki-laki bukan mahrom bagi calon istri

Amat penting untuk mengetahui silsilah keluarga masing-masing calon pengantin. Hal ini ditakutkan kedua mempelai ternyata memiliki hubungan darah atau bahkan masih menjadi mahrom.

Perempuan yang mahrom bagi seorang laki-laki adalah saudara sepersusuan, saudara ipar, ibu tiri, anak tiri, menantu dan cucu.

3. Mempelai laki-laki mengetahui wali akad nikah

Calon mempelai laki-laki wajib mengetahui wali dari calon istrinya. Apabila ayah dari mempelai perempuan sudah meninggal bisa diwakilkan oleh seorang wali nikah seperti yang sudah dijelaskan dalam rukun nikah ke-3.

Apabila wali nikah dari pihak keluarga tidak memungkinkan untuk hadir, maka bisa menghadirkan seorang wali hakim untuk menjadi wali dalam sebuah pernikahan. Wali hakim ditunjuk oleh Menteri Agama yang diberi hak dan kewenangan untuk bertindak sebagai wali nikah.

4. Tidak sedang melaksanakan ibadah haji

Pernikahan akan dianggap tidak sah jika dilakukan saat sedang menunaikan ibadah haji. Meskipun ibadah haji merupakan suatu amalan yang baik dan besar. Namun, saat seseorang melaksanakan ibadah haji maka diharamkan untuk melangsungkan pernikahan.

5. Tidak ada unsur paksaan

Sebuah pernikahan baiknya dilaksanakan  tanpa unsur paksaan baik dari pihak mempelai laki-laki maupun perempuan. Pernikahan sejatinya harus didasarkan perasaan cinta, serta keinginan dan keikhlasan kedua mempelai untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama-sama.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved