Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Babel Urutan Tertinggi Perceraian, Catin Akan Diberikan Bimbingan Pernikahan oleh Da'i Bina Umat

Diharapkan membuat masyarakat atau pemuda pemudi yang akan melakukan akad nikah akan mendapatkan pengetahuan dari Da'i Bina Umat di Babel.

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
GridFame.ID
Ilustrasi pengantin meninggal dunia seusai dirias MUA. 

Erzaldi menegaskan dengan berjalanya porgram ini, diharapkan dapat mewujudkan keluarga yang baik ke depannya dan akan melahirkan generasi yang terdidik dan terbina.

"Bayangkan kalo kawin tidak berbekal, orang yang kawin tidak berbekal, sama saja hampa hatinya.  Ketika hatinya hampa, kira-kira generasi yang dilahirkan terbina, terdidik tidak. Saya rasa tidak. Nah inilah kita tidak mau generasi kita ini semakin hari semakin hilang karekter, ketaqwaan dan keimanannya," harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Babel, M Soleh, mengatakan, saat ini pemerintah daerah berupaya agar siswa mendapatkan pendidikan sebaik mungkin di sekolah dan tidak melaksanakan pernikahan secara dini.

"Kita ketahui selama Pandemi ini permasalahan di sekolah terhadap yang DO putus sekolah. Faktornya ada beberapa seperti motivasi rendah, tidak sesuai jurusan, kepedulian keluarga tidak ada, sehingga mereka harus mencari nafkah dan pengaruh game online," jelas Soleh.

Dia menambahkan, apabila pErilaku yang ia sebutkan tidak dapat dikendalikan maka berdampak pada tugas dan kewajiban sebagai pelajar tidak dilakukan, sehingga menyebabkan siswa putus sekolah.

"Kalau mereka sudah berkeluarga tidak dapat lagi menempuh pendidikan formal, walaupun masih dapat dengan melanjutkan ke pendidikan kesetaraan ujian paket untuk dapat melanjutkan," katanya.

Babel Urutan Tertinggi

Selama lebih dari setahun Pandemi Covid-19 terjadi di Babel, selama 2020 lalu pertambahan kasus pernikahan dini di Provinsi Bangka Belitung meningkat pesat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3ACSKB), Babel, Asyraf Suryadhin, mengatakan Bangka Belitung berada pada urutan Provinsi tertinggi di Indonesia dari kasus pernikahan dini.

"Kita di 2020 kasus pernikahan anak tertinggi di Indonesia, dari 34 provinsi, sehingga mau tidak mau kita harus gencarkan menyelesaikan masalah ini, sementara di 2019 kita urutan delapan tertinggi," jelas Asyraf.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved