Breaking News:

Boleh Percaya atau Tidak, Ini Ciri-ciri Wanita yang Dilarang Dijadikan Istri dari Fisik dan Perilaku

Jika tertawa kepalanya menunduk, bicaranya tidak teratur, jika akan mulai berbicara maka lidahnya dijulurkan keluar ditempelkan

Editor: Iwan Satriawan
Sabtastic - DeviantArt
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM-Masyarakat Jawa memiliki warisan leluhur yang hingga saat ini masih digunakan sebagian orang yaitu Primbon.

Ini adalah kitab yang berorientasi pada relasi antara kehidupan manusia dan alam semesta.

Primbon berfungsi sebagai pedoman untuk menentukan sikap dalam suatu tindakan dalam kehidupan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring milik Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, primbon didefinisikan sebagai kitab yang berisikan ramalan, buku yang menghimpun berbagai pengetahuan kejawaan, berisi rumus ilmu gaib, sistem bilangan yang pelik untuk menghitung hari mujur, dan mengurus segala macam kegiatan yang penting.

Dukitip dari wikipedai, Primbon atau paririmbon berasal dari kata dalam Bahasa Jawa.

Primbon secara harfiah berasal dari kata "rimbu" yang berarti simpanan dari bermacam-macam catatan oleh orang jawa di zaman dahulu yang kemudian diturunkan atau disebarluaskan kepada generasi berikutnya.

Ada pula yang berpendapat nama primbon berasal dari kata "mbon" atau "mpon" dalam yang dalam bahasa Jawa berarti induk yang ditambah awalan pri untuk meluaskan kata dasar.

Catatan-catatan yang memuat pengetahuan penting itu lalu di kumpulkan menjadi sebuah buku primbon yang menjadi sumber rujukan orang-orang dari Suku Jawa sejak zaman dahulu.

Primbon digunakan sebagai pedoman atau arahan dalam rangka mencapai keselamatan dan kesejahteraan lahir-batin.

Meski lebih menggejala di kalangan masyarakat Jawa, Bali, dan Lombok.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved