Breaking News:

bangka pos hari ini

Direktur RS Utama: Dokumen PCR 13 Calon Penumpang Palsu, Terungkap Saat Diperiksa Petugas Bandara

Budiman mengapresiasi kesigapan dari petugas KKP, Bandara H AS Hanandjoeddin dan kepolisian terkait kejadian tersebut

Editor: Agus Nuryadhyn
Pos Belitung/Disa Aryandi
Belasan orang yang diduga melakukan swab PCR palsu untuk keperluan keberangkatan di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Senin (6/9/2021) ketika melakukan swab di Posko Swab Gratis pusat kota Tanjungpandan. Pos Belitung/Disa Aryandi 

BANGKAPOS.COM - Manajemen Rumah Sakit Utama Tanjungpandan, Belitung, tidak pernah mengeluarkan surat keterangan hasil swab PCR (polymerase chain reaction), terhadap 13 orang yang hendak berangkat dari Bandara H AS Hananjoeddin, Tanjungpandan, Senin (6/9/2021)

Terungkapnya kasus penggunaan surat keterangan hasil swab PCR diduga palsu oleh belasan orang calon penumpang ini, oleh petugas bandara dan Petugas Kantor Karantina Pelabuhan (KKP) Tanjungpandan, saat memeriksa dokumen belasan calon penumpang ini.

Direktur RS Utama Tanjungpandan dr Mohammad Budiman menyerahkan penyelesaian kasus tersebut sesuai proses hukum. Sebab setelah dikroscek dari surat yang digunakan, kop surat, cap hingga tanda tangan bertuliskan RS Utama dipastikan palsu.

"Tadi kami sudah cek data di komputer RS, tidak ada nama itu (13 orang). Jadi kembali ke proses hukum, karena dari kop surat dan segala macam sudah beda bukan dari kami," ujar Budiman saat dihubungi Pos Belitung (Bangka Pos Group), Senin (6/9/2021).

Baca juga: DAFTAR LENGKAP, Pemetaan PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2 Seluruh Kabupaten / Kota Se Indonesia

Ia menegaskan RS Utama Tanjungpandan tidak lagi mengeluar surat keterangan atau hardcopy hasil pemeriksaan swab PCR.

Menurunya hasil swab PCR langsung terintegrasi ke data New All Record (NAR) yang terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi, Sehingga hasil swab bisa dicek melalui aplikasi tersebut untuk keperluan perjalanan.

Jika data tidak terdeteksi melalui aplikasi tersebut secara otomatis yang bersangkutan belum melalukan pemeriksaan.

"Kalau hardcopy biasanya kami print dari NAR atau pedulilindungi, jadi tidak ada lagi dari RS Utama semuanya sudah aplikasi. Paling untuk jaga jaga saja sebagian pasien minta, kalau aplikasinya error," ungkapnya.

Budiman mengapresiasi kesigapan dari petugas KKP, Bandara H AS Hanandjoeddin dan kepolisian terkait kejadian tersebut.

Sehingga langsung berkoordinasi dengan RS Utama untuk memastikan keasilan surat tersebut.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved