Breaking News:

bangka pos hari ini

Direktur RS Utama: Dokumen PCR 13 Calon Penumpang Palsu, Terungkap Saat Diperiksa Petugas Bandara

Budiman mengapresiasi kesigapan dari petugas KKP, Bandara H AS Hanandjoeddin dan kepolisian terkait kejadian tersebut

Editor: Agus Nuryadhyn
Pos Belitung/Disa Aryandi
Belasan orang yang diduga melakukan swab PCR palsu untuk keperluan keberangkatan di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Senin (6/9/2021) ketika melakukan swab di Posko Swab Gratis pusat kota Tanjungpandan. Pos Belitung/Disa Aryandi 

"Kami mau pulang ke Bandung. Habis ada acara di Belitung," ucap Soleh Hidayat, salah satu anggota rombongan kepada Pos Belitung, Senin (6/9/2021).

Warga Purwakarta, Provinsi Jawa Barat itu datang ke Belitung pada Sabtu (4/9/2021) lalu untuk menghadiri acara pernikahan keluarganya di Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

"Acara nikahan ke sini (Belitung). Ini mau pulang lagi ke Bandung. Ya ini rombongan semua," ujarnya.(dol/tas)

Baca juga: Tracing dan Tracking di Bangka Belitung Rendah, Tim Satgassus Berdayakan Kader hingga Tingkat RT

Sebanyak  185 orang anak di Bangka Belitung (Babel) harus kehilangan orang tuanya, yang meninggal dunia saat terpapar Covid-19.
Angka ini berdasarkan pendataan oleh Dinas Sosial Provinsi Babel, termasuk anak yatim yang kehilangan ayahnya, piatu kehilangan ibun maupun kedua orang tuanya atau yatim piatu.

"Jadi yang terdata anak, yatim, piatu dan yatim piatu, ada semua ini Insya Allah akan kita tanggung kehidupan mereka dan biaya pendidikan mereka," ujar Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, saat penyerahan bantuan secara simbolis di rumah dinas gubernur, Senin (6/9/2021).

Anak yatim piatu yang hadir di rumah dinas gubernur ini merupakan perwakilan dari 185 orang anak. Mereka didampingi orang tua maupun pengasuhnya.

Erzaldi menambahkan untuk membantu biaya hidup dan pendidakan ada beberapa cara akan dilakan pemprov, agar dapat terus membiaya anak yatim piatu karena Covid 19, baik dari bantuan pemerintah daerah hingga pusat.

"Ada beberapa cara berkaloborasi dengan Baznas dan pemerintah pusat, walaupun pemerintah pusat belum, masih dirapatkan saat ini,"ujarnya.

Dia menegaskan anak yatim, piatu yang mendapatkan bantuan berasal dari berbagai daerah dan usia di Babel.

"Dari mereka ini anak anak ada di bawah usia lima tahun ditinggal orang tuanya, kami akan menghimpun dana bersama sama PNS Babel ingin menyampaikan zakatnya.

Baca juga: Kapolda Babel Jadi Pendonor Darah Pertama Dalam HUT ke-76 RRI di Sungailiat

Ini nanti akan kita salurkan bantu setiap bulanya permanen. Misalnya mereka mau ke pesantren kita langsung bantu, masuk pesantren sampai SMA lanjutkan kuliah, kita lihat kemampuan mereka sejauh mana,"terangnya.

Erzaldi, mengakui jumlah anak yatim akan terus bertambah dan pemerintah akan selalu siap membantunya.

"Tidak apa kita tampung, itu rejeki dari awal Allah, bagaimana ia menitipkan rejeki untuk kita. Kalau ayo, kalau tidak, ya tidak usah dipaksa,"terangnya.

Terpisah, Sekretaris Percepatan Penanganan, Satgas Covid 19 Babel, Mikron Antariksa, mengatakan data terkini untuk jumlah pasien Covid 19 meninggal dunia karena Covid 19 di Babel sebanyak 1.275 kasus.

Dari jumlah tersebut diketahui adanya orang tua yang meninggal dunia sehingga anaknya menjadi yatim atau piatu.

"Dari data itu tidak semuanya meninggal usia tua, tetapi ada juga yang meninggal dalam usia muda, makanya kami akan pastikan ada anak yatim korban Covid 19, atau tidak setiap harinya,"ujar Mikron.

Baca juga: Inilah Daftar Kabupaten/Kota PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 di Jawa-Bali

Mikron menjelaskan saat ini, Satgas terus berupaya mengumpulkan data jumlah anak yang ditinggal orang tuanya meninggal akibat Covid 19, untuk menjadi perhatian pemerintah.

"Menteri Sosial Republik Indonesia juga meminta data anak yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid 19. Untuk dapat mengirimkan data tersebut. Data tersebut digunakan untuk memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga,"katanya.(riu)

Provinsi Babel Level 3

Pemerintah kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali, maupun di luar Pulau Jawa dan Bali.

Perpanjangan PPKM ini disampaikan secara langsung oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, selaku Koordinator PPKM Jawa   Bali, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai Koordinator PPKM di luar Jawa -Bali, melalui live streaming melalui YouTube, Senin (6/9/2021) malam.

Seperti diketahui perpanjangan PPKM untuk Jawa-Bali hingga Senin (13/9/2021), sedangkan di luar Jawa Bali hingga Senin (20/9/2021).

Sekretaris Satgas Percepatan, Penanganan Covid 19, Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa mengatakan, berdasarkan tingakatan Provinsi Babel masuk level 3 berdas dari data asesmen situasi Covid 19 Kementrian Kesehatan.

"Berdasarkan asesmen itu kita secara provinsi masuk tingkat III, tetapi untuk level di kabupaten/kota belum diketahui apakah terjadi penurunan level di sejumlah daerah masih menunggu hasil lengkap pengumuman malam ini serta rincian tuap daerah,"jelas Mikron Antariksa kepada Bangka Pos, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Gandeng Puskesmas, Polsek Toboali Jemput Bola demi Berikan Vaksinasi Covid-19 kepada Masyarakat

Dia menjelaskan berdasarkan evaluasi dan analisa kasus terkonfirmasi Babel terdapat sejumlah kabupaten/kota yang rendah dan tinggi tingkat penularanya.

"Kabupaten terendah adalah Kabupaten Bangka Barat dengan tingkat 3 dan Kabupaten tertinggi tingkat 4 Belitung Timur penyebab kapasitas testing lemah dan lemahnya prokes," lanjutnya.

Selain itu, Mikron menjelaskan untuk kasus meninggal dunia yang menjadi evaluasi yakni terjadi penolakan rujukan, keterlambatan rujukan, lambat terdeteksi, tracing lemah dan peralatan pendukung belum memadai.

"Analisai asesmen kita ke tingkat 3 secara provinsi itu ada sejumlah kasus yang kita evaluasi tiap Minggunya, itu berdasarkan data Kemenkes, artinya dengan penurunan ini, ada kemajuan dalam penanganan Covid 19 di Babel untuk terus berupaya mengendalikan corona di Babel," tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan upaya lainya yang akan dilakukan Satgas Covid 19 Babel dalam upaya mengendalikan corona, dengan mempersiapkan dan mengaktifkan seluruh potensi yang ada di masyarakat.

"Seperti membuka isoter (isolasi terpusat) dengan membentuk dan menurunkan Satgassus Isoter, menyiapkan dan mengoptimalkan anggaran dari pemerintah, donasi masyarakat umum dan dunia usaha dalam penanganan Covid 19 dengan membentuk dan menurunkan Satgassus Anggaran,"kata Mikron.

Baca juga: Varian Mu Kabarnya Kebal Vaksin Covid-19, Bisa Picu Gelombang Ketiga Pandemi, Ini CIri-cirinya

Dia menegaskan, semua satgassus yang dimaksud dari satgas isoter, oksigen, vaksinasi, tracking/tracing telah dibentuk oleh gubernur bersama forkopimda dan akan diturunkan ke seluruh wilayah di Provinsi Bangka Belitung terutama yang berada di zona merah sebagai prioritas.

Bangka Level 4

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, jumlah wilayah asesmen level 4 ini menurun dibanding 2 minggu lalu. Sebelumnya, PPKM level 4 diterapkan di 34 kabupaten/kota.

"(Untuk wilayah) Luar Jawa Bali ini dilakukan perpanjangan PPKM pada kabupaten/kota. PPKM Level 4 diterapkan di 23 kabupaten/kota yang sebelumnya di 34 kabupaten/kota," kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (6/9)

Di wilayah PPKM level 4 luar Jawa Bali, tempat kerja harus menerapkan bekerja dari kantor (work from office) 25 persen, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bila terjadi klaster baru, maka tempat kerja ditutup 5 hari. Sementara kapasitas tempat ibadah hanya 25 persen atau 30 orang, restoran dan kafe yang menerapkan makan di tempat dibatasi sampai 25 persen atau 2 orang per meja dengan jam operasional hingga pukul 20.00 WIB.

Adapun, kapasitas tempat wisata dan fasilitas umum hanya 25 persen dengan prokes ketat, serta kegiatan seni budaya dan olahraga mencapai 25 persen. Kemudian, resepsi pernikahan hanya boleh dihadiri 30 orang dengan pembatasan kegiatan hajatan.Sedangkan industri ekspor boleh beroperasi 100 persen, bila terjadi klaster baru maka ditutup 5 hari.

"Sementara untuk PPKM level 3 diterapkan di 314 kabupaten/kota, di mana ini naik dari 303 kabupaten/kota. PPKM level 2 diterapkan pada 49 kabupaten/kota, sama dengan sebelumnya," tutur dia.

Baca juga: Tracing dan Tracking di Bangka Belitung Rendah, Tim Satgassus Berdayakan Kader hingga Tingkat RT

23 kabupaten/kota PPKM level 4 hingga 20 September 2021 meliputi Banda Aceh, Aceh Tamiang, Aceh Besar, Kota Jambi, Banjarbaru, Banjarmasin, Kota Baru, Palangkaraya, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Mahakam Hulu, Tarakan, Bangka, Makassar, Palu, Poso, Padang, Medan, Sibolga, Mandailing Natal, Kupang, Bolaang Mongondow, Manokwari, Papua Barat.(riu/kcm)

Anak Yatim Piatu Dampak Covid-19 di Babel
Pangkalpinang 67 orang
Bangka Tengah 12 orang
Bangka Barat 13 orang
Bangka 15 orang
Bangka Selatan 43 orang
Belitung 21 orang
Belitung Timur 14 orang
Sumber : Dinas Sosial Provinsi Babel

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved