Breaking News:

Virus Corona

Jadi Rujukan Syarat Penerbangan, Segini Biaya Rapid Test Antigen dan RT PCR Terbaru

Keluhan itu rupanya mendapat perhatian dari pemerintah, yang langsung menurunkan batas tarif tertinggi biaya rapid test antingen maupun test RT PCR.

Penulis: M Zulkodri (CC) | Editor: M Zulkodri
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Penumpang pesawat Batik Air dilakukan rapid test antigen ulang di Bandara Depati Amir Pangkalpinang saat mendarat di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Senin (17/5/2021). 

BANGKAPOS.COM---Rapid Test Antingen hingga tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) masih menjadi salah satu syarat bagi warga yang hendak bepergian baik mengunakan transportasi udara maupun, darat dan laut.

Beberapa waktu lalu masyarakat sempat mengeluh dengan tingginya biaya rapid test maupun test PCR.

Keluhan itu rupanya mendapat perhatian dari pemerintah, yang langsung menurunkan batas tarif tertinggi biaya rapid test antingen maupun test Rt PCR.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menurunkan batasan tarif tertinggi biaya rapid test antigen pada Rabu (1/9/2021) kemarin.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan, tarif tertinggi rapid test antigen di Jawa-Bali menjadi Rp 99.000 dan untuk di daerah lain ditetapkan menjadi Rp 109.000.

"Kami memohon setiap fasyankes baik RS dan laboratorium dan fasyankes lainnya kiranya dapat memenuhi batasan tarif tertinggi rapid diagnostic test (RDT) Antigen tersebut," kata Abdul dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kemenkes RI, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Video Gisel 13 Detik Ditonton Jutaan Kali, Siapa Sosok di Sampingnya?

Baca juga: Pria Ini yang Dulu Bikin Gisel Susah Move On Setelah Asmaranya Kandas

Abdul mengatakan, pihaknya menurunkan batasan tarif tertinggi rapid test antigen setelah melakukan evaluasi terhadap komponen-komponen seperti jasa pelayanan/SDM, komponen reagen, barang habis pakai, dan komponen biaya administrasi.

"Dan komponen lainnya yang kita sesuaikan dengan kondisi saat ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul meminta, dinas kesehatan daerah provinsi dan kabupaten/kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan batasan tarif tertinggi untuk rapid test antigen sesuai peraturan perundang-undangan.

"Pemerintah akan melakukan evaluasi batasan tarif tertinggi rapid antigen dan PCR ini ditinjau ulang secara berkala sesuai perkembangan pasar," pungkasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved