Breaking News:

Berita Belitung

Mahasiswa UBB Ciptakan Penemuan Baru Katalis Ramah Lingkungan Berbahan Pucuk Idat

Tim mahasiswa yang berasal dari Jurusan Kimia UBB yaitu Sindi Atika Putri, Ike Nur Amanah dan Jeni Suliawati serta didampingi Dosen Pembimbing Verry

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: khamelia
IST/Dok Sindi Atika Putri
Tim mahasiswa UBB yang melakukan riset dalam mengatasi permasalahan limbah zat warna pada industri tekstil, Senin (6/9/2021). 

BANGKAPOS,COM, BELITUNG - Tim mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang tergabung dalam program kreativitas mahasiswa bidang eksakta melakukan riset dalam mengatasi permasalahan limbah zat warna pada industri tekstil.

Tim mahasiswa yang berasal dari Jurusan Kimia UBB yaitu Sindi Atika Putri, Ike Nur Amanah dan Jeni Suliawati serta didampingi Dosen Pembimbing Verry Andre Fabiani berhasil melakukan penemuan baru mengenai katalis ramah lingkungan (green catalyst) sebagai alternatif dalam penanganan limbah zat warna.

Sindi menjelaskan, ide penelitian tersebut karena perkembangan industri tekstil tidak dibarengi dengan pengolahan limbah zat warna dari industi tekstil yang baik. Satu di antara pewarna yang sering digunakan dalam industri tekstil yaitu rhodamin B.

Baca juga: Gubernur Babel Erzaldi Undang Sejumlah Mahasiswa Diskusi, Presma UBB Tak Diajak

Padahal zat warna rhodamin B jika tercemar dalam air berpotensi menyebabkan iritasi kulit, mata dan sistem pernafasan pada manusia.

Berbagai teknologi telah diterapkan dalam penanganan zat warna tersebut namun biaya yang cukup tinggi menjadi kendala dalam penanganannya, sehingga diperlukan suatu alternatif penanganan cemaran zat warna yaitu menggunakan teknologi fotokatalis.

“Kami melakukan riset ini selama tiga bulan di tengah musim pandemi Covid-19. Riset ini dilakukan secara terbatas di Laboratorium Kimia UBB dan analisis lainnya di luar Bangka Belitung," kata Sindi Atika Putri, Selasa (7/9/2021).

"Hasil riset ini pun sesuai harapan kami, karakteristik katalis yang dihasilkan juga bagus dan memiliki kemampuan degradasi zat warna yang cukup baik walaupun riset ini terus akan kami optimalkan dimasa yang akan datang," imbuhnya.

Katalis yang digunakan yakni seng ferit yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat reaksi kimia yang memerlukan atau membutuhkan sinar/cahaya sehingga lebih dikenal dengan fotokatalis. 

Katalis seng ferit ini dikombinasikan dengan ekstrak daun pucuk idat yang merupakan tanaman khas lokal Bangka Belitung agar dapat menekan biaya sintesis katalis.

Baca juga: Kapolda Minta Maksimalkan Vaksinasi,Tinjau Pelaksanaan Vaksin Siswa SMK Yapensu Bangka

Diketahui daun pucuk idat mengandung senyawa fenolik yang aktif dalam mereduksi katalis seng ferit sehingga berdasarkan analisis yang dihasilkan dapat diamati bahwa seng ferit terbentuk dengan cukup baik.

Selanjutnya hasil optimal dari sintesis seng ferit dilanjutkan pada aplikasinya sebagai fotokatalis dalam degradasi zat warna rhodamin B.

"Hasil akhir dari penelitian kami menunjukkan bahwa aktivitas degradasi zat warna rhodamin-B paling besar yaitu pada sampel zat warna yang disinari dengan sinar UV selama tiga jam selanjutnya keseluruhan hasil penelitian ini akan kami publikasikan pada jurnal ilmiah," jelasnya.

Baca juga: Utang Indonesia Membengkak Tembus Rp6.570,17 triliun, Satu Warga Tanggung Utang Rp24,25 juta

Sindi mengatakan jika penggunaan ekstrak daun pucuk idat dianggap menguntungkan secara ekonomis karena bahan baku mudah diperoleh, ekstraksinya sederhana dan tidak membutuhkan energi yang cukup besar.

Dia berharap penelitian ini menjadi salah satu inovasi pengembangan potensi lokal yang ada di Bangka Belitung, serta dapat memberikan ilmu pengetahuan bahwa ekstrak daun pucuk idat sebagai bahan baku sintesis seng ferit sebagai upaya dalam mengatasi permasalahan limbah zat warna pada industri tekstil. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved