Breaking News:

Gosip Selebritis

Saipul Jamil Diundang Acara Tv Buat Menteri Jokowi Bereaksi Keras, Bang Ipul Santai: Biarin Ajalah

Glorifikasi terhadap kebebasan pedangdut Saipul Jamil dari penjara menuai kecaman banyak pihak, sederet artis hingga Menteri Jokowi bereaksi keras

Editor: Dedy Qurniawan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Saipul Jamil disambut keluarga dan kerabat keluar dari LP Kelas I Cipinang, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Saipul Jamil bebas murni setelah menjalani hukuman pidana penjara terkait kasus pencabulan dan kasus suap. (TRIBUNNEWS/HERUDIN) 

Agung menambahkan, agar tidak terulang di kemudian hari, KPI berharap stasiun televisi tidak memasukkan muatan-muatan terkait penyimpangan seksual, narkoba, prostitusi, dan lainnya di lingkungan artis, khususnya Saipul Jamil.

"Kami meminta, apa yang dialami oleh artis atau publik figur bisa disampaikan secara berhati-hati dan diorientasikan kepada edukasi publik," ucapnya.

"Agar hal serupa tidak terulang serta sanksi hukum yang telah dijalani tidak dipersepsikan sebagai risiko biasa," sambungnya.

Agung Suprio mengatakan langkahnya memberikan pernyataan tersebut, sebagai bentuk respon KPI menanggapi ramainya penolakan Saipul Jamil di televisi.

"Kami berharap lembaga penyiaran memahami sensitivitas dan etika kepatutan publik terhadap kasus yangg telah menimpanya dan tidak membuka kembali trauma korban," ujar Agung Suprio.

Baca juga: Heboh Video Gisel Cuma 13 Detik, Ditonton 20 Juta Kali, Gisel: Masih Bisa Ternyata

Baca juga: Blak-Blakan ke Nikita Mirzani, Gisel Ngaku Pintar Layani Pasangan

Reaksi Menteri Jokowi

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meminta media untuk menyetop tayangan selebriti yang juga seorang pelaku pelecehan seksual.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menyoti tajam hal ini dan tak memberikan toleransi.

Anak Bintang Puspayoga mengatakan, adanya tayangan yang menampilkan pelaku tindak pelecehan seksual berdampak buruk terhadap korban hingga masyarakat secara keseluruhan.

Ia menegaskan hal itu dapat memberi kesan pelaku pelecahan seksual adalah hal biasa.

“Kemen PPPA sangat menyesalkan terjadinya glorifikasi terhadap pelaku pelecahan seksual di media penyiaran. Jangan sampai ada kesan pelaku kekerasan seksual adalah sesuatu yang biasa,”ujar Menteri Bintang dalam keterangan resminya, Senin (06/09/2021).

Menteri menegaskan, pemerintah sudah menggariskan untuk “zero tolerance” terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual atau pelecehan seksual.

Ia berharap semua media dapat memberikan tayangan dan tontonan yang mendidik, mencerdaskan, menginspirasi sekaligus menghibur.

Apalagi media penyiaran dapat diakses oleh semua usia, sehingga media turut bertanggung jawab terhadap semua tayangannya ramah anak tidak hanya sekadar mengejar rating atau jumlah penonton yang banyak.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved