Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sejak 2019/2021 Sebanyak 2.348 Pelajar di Bangka Belitung Drop Out, Tertinggi Akibat Pernikahan Dini

Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, jumlah siswa/siswi yang drop out (DO) atau putus sekolah sejak 2019/2021 berjumlah 2.348 siswa

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, jumlah siswa/siswi yang drop out (DO) atau putus sekolah sejak 2019/2021 berjumlah 2.348 siswa dari total 112.000 siswa di Bangka Belitung.

Dari data tersebut penyebab putus sekolah siswa tertinggi karena pernikahan dini.

Dari latar belakang tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penandatanganan MoU dengan Kanwil Kementerian Agama Babel, tentang pembinaan perkawinan calon pengantin (Catin) yang melibatkan Pemuka Agama Da'i Bina Umat.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan, dengan adanya pembianaan diharapkan membuat masyarakat atau pemuda pemudi yang akan melakukan akad nikah akan mendapatkan pengetahuan dari Da'i Bina Umat di Bangka Belitung.

"Jadi sebelum mereka melakukan akad nikah mereka akan dibina untuk siap jadi bapak, dan siap jadi ibu. Materi yang disampaikan akan bermanfaat untuk mereka menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah," kata Erzaldi Rosman, kepada Bangkapos.com, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Tabrakan Maut di Jalan Kerabut Pangkalpinang, Ibu Rumah Tangga Tewas, Diduga karena Tak Pakai Helm

Baca juga: Sudah 7 Kali Yosef Dipanggil, Petugas Kebersihan Ini Tahu saat Penemuan Korban Pembunuhan di Subang

Untuk menekan usia pernikahan dini dan perceraian di Bangka Belitung,  Erzaldi telah membentuk Badan Penasehatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4).

Diketahui pembentukan organisasi ini sebagai mitra kementerian agama dan instasi terkait dalam upaya meningkatkan kualitas perkawinan umat Islam.

"Dengan adanya organisasi ini diharapkam dapat membantu permasalahan tingkat pernikahan dini dan perceraian di Bangka Belitung yang cenderung meningkat,"katanya.

Mantan Bupati Bangka Tengah ini mengatakan, program pembinaan kepada calon pengantin dilakukan sebelum akad nikah dilakukan kedua mempelai.

"Ini akan mulai diberlakukan pada Oktober mendatang. Mereka Da'i langsung terjun langsung ke masyarakat jangan nunggu-nunggu lagi, Oktober kita sudah langsung mulai,"lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved