Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tekan Angka Kematian Ibu, Dinkes Babel Dongkrak dengan Inovasi Peta Dora untuk Si Anil

Kematian di Babel ada yang disebabkan oleh pendarahan pada ibu hamil, inovasi Si Dora ini dimana menyiapkan donor darah

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggelar Pertemuan Pemetaan Donor Darah (Peta Dora) untuk Si Anil Tahun 2021 di Ruang Batu Bedaun Soll Marina, Selasa (7/9/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggelar Pertemuan Pemetaan Donor Darah (Peta Dora) untuk Si Anil Tahun 2021 di Ruang Batu Bedaun Soll Marina, Selasa (7/9/2021).

Kegiatan ini dihadiri oleh Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bangka Tengah, Erlina Erfian dan Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Bangka Belitung dr H Muhammad Brizain, SPOG.

"Sesuai dengan misi pemerintah provinsi Bangka Belitung di bidang kesehatan, yaitu terwujudnya pembangunan kesehatan masyarakat Bangka Belitung melalui upaya peningkatan mutu pelayanan sumber daya manusia maupun infrastruktur dan upaya pencegahan," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Hastuti, M.Sc.

Dia menyebutkan tujuan dari pertemuan ini adanya kesepakatan pertemuan Peta Dora untuk Si Anil, tersusunnya rencana pengembangan inovasi-ionvasi untuk menekan angka kematian ibu dan pengaktifan kembali desa siaga.

"Kematian di Babel ada yang disebabkan oleh pendarahan pada ibu hamil, inovasi Si Dora ini dimana menyiapkan donor darah untuk yang membutuhkan, kami kemudian mencoba meneruskan itu dengan nama Peta Dora untuk Si Anil, jadi pengiatan peran kader untuk menyiapkan pendonor darah, siap ketika ada ibu hamil yang membutuhkan, ini simulasi sifatnya," jelas dr Hastuti.

Dia menjelaskan, untuk pertemuan kali ini Bangka Tengah menjadi lokus pilihan dan diharapkan dapat bergerak sampai tingkat desa-desa.

"Bangka Tengah ini daerah yang kita support untuk menyelesaikan kematian ibu di daerahnya, disamping angka kematian tinggi tetapi mereka memilik tenaga sumber daya manusia yang tinggi, dalam pelaksanaan mereka akan melakukan kegiatan seperti identifikasi calon pendonor serta diharapkan ini bisa berjalan dengan baik kedepannya," kata dr Hastuti.

Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bangka Tengah, Erlina Erfian mendukung inovasi yang digaungkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung dalam menekan angka kematian ibu karena pendarahan.

"Mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita mendapatkan ilmu baru, bagaimana menyikapi pada ibu hamil tidak mengalami pendarahan. Kami dari penggerak PKK, kami mendukung dan penting untuk kami sosialisasikan terutama kepada ibu hamil," kata Erlina.

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Bangka Belitung dr H Muhammad Brizain, SPOG berharap inovasi ini dapat menurunkan angka kematian ibu saat bersalin.

"Peta dora ini pemetaan donor darah untuk kepentingan ibu hamil dan bersali, ini terobosan inovasi Dinkes, menerapkan ini di kecamatan Namang, sebagi pilot proyek, kalau ada day ungkit untuk menurunkan angka kematian ibu, diharapkan bisa mejadi role model seluruh kecamatan dan kabupaten kota," kata dr Brizain.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved