Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tracing dan Tracking di Bangka Belitung Rendah, Tim Satgassus Berdayakan Kader hingga Tingkat RT

Ketua Satgassus Tracing dan Tracking, Fazar Supriadi Sentosa mengatakan tracing dan tracking terhadap orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com
Kepala BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa.(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Satgassus Tracing dan Tracking, Fazar Supriadi Sentosa mengatakan tracing dan tracking terhadap orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19 masih rendah di Bangka Belitung.

"Kasus Covid-19 masih tinggi, salah satu kelemahan itu tracing dan tracking masih rendah, baru 1 berbanding 2. Artinya 1 orang positif baru di tracing 2 orang, harusnya rata-rata 15 orang," kata Fazar, Selasa (7/9/2021).

Diakuinya, kondisi angka rata-rata 15 orang itu tergantung juga dengan aktivitas yang ditekuni oleh orang yang terpapar Covid-19.

"Seperti saya aktivitas banyak tidak mungkin 15 orang yang kontak dengan saya, tapi berbanding terbalik dengan orang yang di desa atau bekerja ke kebun, paling kontak erat dengan keluarganya," kata Fazar.

Baca juga: BREAKING NEWS, Alami Laka Tunggal di Jalan Kerabut Pangkalpinang, Perempuan Tewas, Ini Ciri-Cirinya

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Hanya Kabupaten Bangka Masuk Level 4 Daerah Lainya Masuk Level 3

Menurutnya, apabila tracing dan tracking dilakukan dengan tepat dan cepat tentu penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan, pasalnya yang terdeteksi langsing di isolasi dan tidak menularkan ke orang lain.

"Kendala tracing dan tracking rendah, karena tenaga kita terbatas, vaksinasi sedang berlangsung, menangani orang sakit, mau suntik KB juga, tenaga sumber daya manusia nya itu juga, tenaga sedikit tetapi volume kerja banyak," ungkap Fazar.

Hal ini lah menjadi alasan mendasar dibentuk Tim Satgassus Tracing dan Tracking yang melibatkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

"BKKBN ini memang bukan tim kesehatan tetapi memiliki kader di setiap desa-desa, jadi itu membantu, di RT juga ada, jadi lebih mudah, nanti diingatkan yang kontak erat akan disambungkan ke puskesmas terdekat," kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala BKKBN Babel.

Diakuinya, saat ini penerapan upaya tersebut sedang dalam proses sejak akhir Agustus 2021 lalu hingga saat ini.

"Dengan ada tim ini akan lebih mudah, kita targetkan akhir Oktober ini sudah ada penurunan kasus," harap Fazar.

Baca juga: Kabupaten Bangka Masih Terapkan PPKM Level 4, 6 Daerah Lain di Bangka Belitung Level 3

Baca juga: Terkait Perkara Pemalsuan Tandatangan, Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Huzarni Rani

Sebelumnya, Sekretaris, Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa menyikapi tracking dan tracing rendah ini, mereka akan mengaktifkan tracker Covid-19.

Pelacakan orang yang kontak erat dengan orang yang terpapar Covid-19 ini perlu dilakukan sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di Bangka Belitung.

"Sebenarnya upaya kita sudah melalui forkopimda, kita sudah berusaha meningkatkan tracker di lapangan," kata Mikron.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved