Breaking News:

Matangkan Rencana Pengendalian Banjir, Gubernur Erzaldi Susuri Sungai Kurau

Gubernur Erzaldi Rosman menyusuri alur sungai kurau dari hilir ke hulu sejauh kurang lebih 30 km yang ditumbuhi tanaman mangrove di sekitarnya.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: El Tjandring

BANGKAPOS.COM - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menyusuri alur sungai kurau dari hilir ke hulu sejauh kurang lebih 30 km yang ditumbuhi tanaman mangrove disekitarnya, Rabu (8/9/2021). 

Hal itu dilakukannya untuk meninjau lokasi rencana pembangunan _check dam_ atau bangunan pengendali sedimen sebagai spot konstruksi Detail Engineering Design (DED) sungai kurau yang akan dibangun pada tahun 2022, serta mensurvei relokasi beberapa rumah di daerah aliran sungai dan pembangunan jetty atau dermaga di muara. 

Peninjauan ini merupakan survei ketiga yang dilakukan Pemprov. Babel dengan berkolaborasi bersama Pemkab. Bangka Tengah guna mematangkan rencana pengerjaan pengendalian banjir di Desa Kurau, Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. 

"Kami akan menata kawasan Kurau Barat dan Kurau Timur dengan merelokasi beberapa rumah dan membangun tanggul pengendali sedimen sebagai upaya pengendali banjir di daerah Kurau," ungkap gubernur. 

Untuk itu gubernur berharap, selain nantinya desa ini dapat tertata, alur sungai Kurau juga lebih aman karena sedimentasinya berkurang, dan kedepan nelayan tidak lagi bergantung kepada pasang surut air laut. Untuk itu dia juga memberi masukan agar lebar sungai menjadi tiga lapis dari ukuran semula. 

"Jika sudah tertata, kapanpun nelayan mau melaut, insyaAllah bisa lancar. Mohon doanya, karena pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 2022," ujarnya. 

Oleh karenannya, gubernur mengintruksikan agar persiapan pembangunan ditargetkan maksimal bulan September 2022. 

Diinformasikan bahwa rencana pembangunan check dam akan dilakukan di tiga titik bentang sungai pada alur sungai Kurau yang disisir gubernur kali ini. Sedangkan rencana pembangunan dermaga akan dibangun sejauh kurang lebih satu kilometer di muara sungai dengan dua bangunan berhadapan. 

Pembangunan _check dam_ sendiri dilakukan dengan pertimbangan terdapat pengendapan di muara sehingga menganggu lalu lintas kapal dan alur pelayaran, dan dengan membangun jetty yang panjang, alur sedimen sepanjang pantai dapat tertahan, sehingga pada alur pelayaran kondisi gelombang tidak pecah, dan memungkinkan kapal masuk ke muara pantai. 

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan bahwa Gubernur Erzaldi telah merencanakan jauh-jauh hari rencana program pengendali banjir daerah Kurau sejak dirinya masih menjadi Bupati Bangka Tengah. 

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved