Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Tim Auditor KLHK RI Cek Langsung Penanaman Mangrove di Desa Batu Betumpang Bangka Selatan

Tim Auditor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI meninjau lokasi pelaksanaan Program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: El Tjandring
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Tim Auditor KLHK RI saat menanam Mangrove secara seremonial di Desa Batu Betumpang pada Rabu (8/9/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim Auditor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia meninjau lokasi pelaksanaan Program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PKPRM) 2021 di Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar, Rabu (8/9/2021).

Pelaksanaan monitoring ini tak hanya diikuti oleh Inspektorat Jenderal Wilayah Satu KLHK RI, namun juga bersama Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk dan Pokdarwis Mercusuar Desa Batu Betumpang.

Koordinator Pengawasan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Inspektorat Wilayah Satu KLHK RI, Andri Gunawan menyatakan kedatangan pihaknya bertujuan untuk melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap penanaman mangrove di Desa Batu Betumpang.

"Hari ini kami sengaja datang ke sini (Desa Batu Betumpang -red) untuk melihat bagaimana masyarakat kita khususnya Pokdarwis Mercusuar Desa Batu Betumpang sudah melakukan penanaman mangrove dan bagaimana masyarakat menanamnya sesuai target," ujar Andri Gunawan.

Baca juga: Ingat Nur Khamid yang Nikahi Polly Alexandria Bule Inggris, Istri Dikabarkan Berselingkuh

Baca juga: BARU, Syarat Terbang Menuju ke dan di Provinsi Bangka Belitung Tak Harus Lampirkan Hasil Tes PCR

Baca juga: Dihasut dan Diancam KNPB, Masyarakat 24 Kampung di Maybrat Papua Barat Lari ke Hutan

Andri menambahkan program padat karya ini merupakan program yang bertujuan untuk penguatan ekonomi nasional melalui penanaman mangrove yang nantinya dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan jika program ini secara akun ke akun dilakukan oleh masyarakat yang dibiayai oleh KLHK RI dan dilaksanakan hingga kini.

Dengan penanaman mangrove lanjutnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pencegahan abrasi ataupun erosi dan membantu masyarakat dalam penguatan ekonomi masyarakat.

"Pendampingan ini juga kami lakukan agar nantinya tidak ada kendala. Jika memang ada maka akan kita dampingi sehingga tidak ada dampak semisalnya dampak hukum," imbuhnya.

Di Kabupaten Bangka Selatan, Andri Gunawan menyebutkan total luas lahan yang dimanfaatkan dalam program PEN Mangrove ini sebanyak 530 hektar.

Sementara itu di Desa Batu Betumpang besaran lahannya ialah seluas 50 hektar dengan rincian ditanam di lahan hutan pantai Desa Batu Betumpang.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved