Breaking News:

Jadi Obat Sejak Kuno hingga Modern, Ini 9 Manfaat Bawang Putih yang Jarang Diketahui

Tidak hanya digunakan secara luas sebagai penyedap masakan, bawang putih juga telah digunakan sebagai obat sepanjang sejarah kuno dan modern.

Editor: Ajie Gusti Prabowo
Pixabay
Ilustrasi bawang putih 

BANGKAPOS.COM - Tidak hanya digunakan secara luas sebagai penyedap masakan, bawang putih juga telah digunakan sebagai obat sepanjang sejarah kuno dan modern.

Merangkum dari Medical News Today, bawang putih telah digunakan di seluruh dunia selama ribuan tahun. Catatan menunjukkan bahwa bawang putih digunakan ketika piramida Giza dibangun, sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Richard S. Rivlin menulis dalam Journal of Nutrition bahwa dokter Yunani kuno Hippocrates (sekitar 460-370 SM), yang sekarang dikenal sebagai "bapak pengobatan Barat," meresepkan bawang putih untuk berbagai kondisi dan penyakit.

Hippocrates mempromosikan penggunaan bawang putih untuk mengobati masalah pernapasan, parasit, pencernaan yang buruk, dan kelelahan.

Dari Mesir Kuno, bawang putih menyebar ke peradaban kuno yang maju di Lembah Indus (Pakistan dan India barat saat ini). Dari sana, bawang putih pun menyebar ke Tiongkok.

Benarkah Bawang Putih Dapat Meningkatkan Gairah Pria?

Menurut para ahli di Kew Gardens, yakni pusat botani kerajaan Inggris, orang-orang India kuno menghargai sifat terapeutik bawang putih dan juga menganggapnya sebagai afrodisiak.

Sepanjang sejarah di Timur Tengah, Asia Timur, dan Nepal, bawang putih telah digunakan untuk mengobati bronkitis, hipertensi ( tekanan darah tinggi ), TBC, gangguan hati, disentri, perut kembung, kolik, cacingan, rematik, diabetes, dan demam.

Saat ini, bawang putih banyak digunakan untuk beberapa kondisi yang berhubungan dengan sistem darah dan jantung, termasuk aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), kolesterol tinggi, serangan jantung, penyakit jantung korone, dan hipertensi.

Bawang putih juga digunakan oleh beberapa orang untuk pencegahan kanker paru-paru, kanker prostat, kanker payudara, kanker perut, kanker dubur, dan kanker usus besar.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved