Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Kasus Stunting di Bangka Selatan Menurun, Dinkes Targetkan Hingga Zero Kasus

Angka stunting di Kabupaten Bangka Selatan perlahan mengalami penurunan setiap tahunnya.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: El Tjandring
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi didampingi Pj Sekda Bangka Selatan dan Kepala Kantor Pos Pangkalpinang saat menyerahkan bantuan bagi anak stunting di Kantor Bupati Bangka Selatan pada Kamis (9/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Angka stunting di Kabupaten Bangka Selatan perlahan mengalami penurunan setiap tahunnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, pada tahun 2020 sebanyak delapan desa sebagai lokus stunting.

Sementara itu pada 2021, lokus stunting mengalami penurunan menjadi tujuh desa. Pada lokus tahun 2022, lokus stunting menjadi lima desa di Kabupaten Bangka Selatan.

Tak hanya mengalami penurunan pada jumlah desa lokus stunting, namun juga mengalami penurunan pada prevalensi tingkat kabupaten dimana pada tahun 2020 mencapai 12,9 persen.

Pada tahun 2021 prevalensinya di kabupaten mencapai 7,7 persen sedangkan pada tahun 2022 angka prevalensi tingkat kabupaten menjadi 3,62 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi menyatakan penurunan pada lokus desa stunting memang mengalami penurunan, namun angka prevalensi per desa masih ada yang berada di atas 20 persen.

Sebut saja pada tahun 2020 lalu, Desa Sidoarjo menjadi daerah stunting yang nilai prevalensinya tertinggi hingga mencapai 48,8 persen dan disusul oleh Desa Tepus di angka 43,8 persen, Desa Serdang sebesar 37,0 persen, Desa Pongok 27,0 persen, Desa Jelutung II 25,0 persen, Desa Payung 23,6 persen, Desa Sebagin 21,7 persen dan di Desa Gudang sebesar 20,5 persen.

Baca juga: Atap SDN 5 Dendang Pakai Terpal

Baca juga: Jauh Sebelum Dituduh Selingkuh, Ibunda Nur Khamid Pernah Bocorkan Kelakuan Polly Alexandrea

Baca juga: ISO Tank Bantuan Kapolri, Tiba di Pelabuhan Pangkalbalam, Senin MOU dengan Pengelola

Sementara itu pada tahun 2021, Desa Tanjung Sangkar menjadi desa stunting tertinggi dengan nilai prevalensi sebesar 32,6 persen, disusul oleh Desa Ranggung dengan prevalensi sebesar 28,0 persen, Desa Paku 27,4 persen, Desa Serdang 23,3 persen, Desa Tanjung Labu 23,1 persen, Desa Penutuk 22,0 persen dan di Desa Rias sebesar 20,5 persen.

Pada tahun 2022 mendatang, lokus stunting di Desa Rias menjadi desa dengan angka stunting tertinggi di angka 19,4 persen disusul oleh Desa Serdang dengan angka 18,3 persen, Desa Bikang 12,5 persen, Desa Irat di 11,8 persen dan di Desa Keposang dengan angka stunting sebesar 8,1 persen.

"Untuk sumber datanya, periode tahun 2020 itu tercatat pada Februari 2019. Untuk tahun 2021 tercatat pada Februari 2020 sedangkan data lokus tahun 2022 itu diambil dari baseline data per 22 September 2020 lalu," ujar Supriyadi kepada bangkapos.com pada Kamis (9/9/2021).

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved