Breaking News:

VIDEO

Dugong, Hewan Mamalia yang Sering Disebut Duyung Dijual Rp5 Juta, Alobi dan BKSDA Masih Selidiki

Mamalia laut ini sontak mencuri perhatian warga sekitar hingga menjadi momentum ajang foto yang dilakukan para warga.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seekor dugong terdampar di area pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang.

Mamalia laut ini sontak mencuri perhatian warga sekitar hingga menjadi momentum ajang foto yang dilakukan para warga.

Hal ini terlihat dalam story whatsApp yang dibagikan Ketua Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung, Langka Sani sekira jam 10.06 WIB itu.

"Ne jari e ne (ini jarinya-red)," ujar satu warga yang berjenis kelamin perempuan di dalam cuplikan video, sambil memegang ke arah sirip dugong.

"Putri duyung eh salah putra duyung, tawaran terakhir Rp5 Juta, di atas Rp5 Juta, angkut, yuk," sambut suara warga satu lagi dibalik layar.

Video berdurasi 23 detik ini direkam oleh salah satu warga yang diterima oleh pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Babel.

Informasi yang diperoleh bangkapos.com, Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation Bangka Belitung dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Babel sedang melakukan upaya penyelamatan.

Usai mendapatan informasi, mereka langsung menuju lokasi Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang, tetapi dugong tersebut sudah dibawa ke Kurau, Bangka Tengah.

"Nah ini lokasi awalnya (Pantai Pasir Padi). Terus pas kita ke lokasi, info orang setempat sudah dibawa ke Kurau. Makanya kami sekarang lagi di Kurau," ujar Kepala Resort BKSDA Bangka Belitung Seftian saat dihubungi bangkapos.com, Jumat (10/9/2021).

Dari informasi yang Dia peroleh, kondisi dugong diduga saat ini sudah mati.

"Kita sedang penelusuran untuk pengambilan bangkai. Kondisi dugong info kuatnya sudah mati," katanya.

Dia juga belum dapat menjelaskan mengenai kronologi dari terdamparnya dugong yang merupakan biota yang dilindungi tersebut.

"Kita dapat info jam 10.00 WIB, posisinya di bawah klenteng turunan karoke, kabarnya dijual sekilo Rp100 Ribu. Tapi ini belum jelas, nanti kalau sudah pasti dikabari lagi," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita).

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved