Breaking News:

bangka pos hari ini

Pelepasan Pengiriman Lada Koperasi Plasma Kacang Butor, Fokus Tingkatkan Produksi dan Mutu

rempah yang dikenal dengan sebutan sahang, dalam bahasa lokal ini, menjadi produk unggulan Belitung di sektor pertanian

Editor: Agus Nuryadhyn
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Bupati Belitung saat menghadiri pelepasan pengiriman lada di Koperasi Plasma Kacang Butor, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Kamis (9/9/2021). 

BANGKAPOS.COM - Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan petani lada harus terus meningkatkan produksi dan mutu lada.

Apalagi, rempah yang dikenal dengan sebutan sahang, dalam bahasa lokal ini, menjadi produk unggulan Belitung di sektor pertanian.

Maka, tak hanya untuk pasar di dalam negeri, lada dari Negeri Laskar Pelangi diharapkan bisa untuk ekspor.

"Belitung tidak hanya penghasil timah, tapi ada produk unggulan lada. Justru sejarahnya Portugis dan Belanda masuk ke Belitung bukan karena timah, tapi rempah lada," kata Sanem saat pelepasan pengiriman lada di Koperasi Plasma Kacang Butor, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Kamis (9/9/2021).

Di sisi lain, Pulau Belitung Belitung juga ada jalur rempah di Belitung Timur. Menilik sejarah dan ini produk kebutuhan dunia, kenapa tidak diupayakan membangkitkan kembali (kejayaan lada lokal)

Sanem juga mengapresiasi Koperasi Plasma Kacang Butor, di Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau yang mampu mengakomodir para petani lada sekitar.

Sehingga hasil panen petani, kemudian dikumpulkan dan diproses agar selanjutnya bisa dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan luar negeri.

Baca juga: Erzaldi Ingin Babel Jadi Pengekspor Udang Vaname, 29 Tambak Udang Dapat Persetujuan Kesesuaian

Baca juga: Riza Herdavid Siap Jadi Pengemis Demi Masyarakat Bangka Selatan Usai Teken MoU dengan Tiga BUMN

Produksi lada di koperasi plasma Kacang Butor, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Tanjungpandan, Belitung, Kamis (9/9/2021) sudah memiliki omzet Rp 6,5 miliar.
Produksi lada di koperasi plasma Kacang Butor, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Tanjungpandan, Belitung, Kamis (9/9/2021) sudah memiliki omzet Rp 6,5 miliar. (Pos Belitung/Disa Aryandi)

Selanjutnya, kata dia, perlu meningkatkan kualitas atau mutu lada yang memerlukan teknologi. Baru kemudian meminta sertifikasi nasional, agar nanti bisa dipromosikan oleh kementerian terkait.

"Tapi harus punya sertifikasi dulu, bahwa lada Belitung, yang mungkin dikenal sebutan Biliton, agar produknya dikenal jika branding nya Billiton White Pepper," ujar Sanem.

Terkait upaya peningkatan harga lada, dia menjelaskan bahwa pihaknya beberapa kali melakukan webinar dengan kementerian terkait agar lada Belitung bisa memperluas pasar ekspor.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved