CPNS Bangka Belitung
Peserta Antuasias Ikuti Tes SKD CASN di UPT BKN Pangkalpinang
Beginilah situasi Pelaksanaan tes seleksi kompetisi dasar (SKD) calon aparatur sipil negara (CASN) di Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Beginilah situasi Pelaksanaan tes seleksi kompetisi dasar (SKD) calon aparatur sipil negara (CASN) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (10/9/2021).
Puluhan peserta ini tampak antusias mengikuti pelaksanaan tes SKD.
Meskipun, sebelum mengikuti ujian para peserta harus melewati beberapa tahapan yang ketat mulai dari pemeriksaan administrasi hingga cek kesehatan, mereka tampak santai mengikuti aturan yang telah ditentukan.
Saat awal masuk ke lokasi tes, peserta melakukan cek suhu terlebih dahulu kemudian diminta petugas untuk menyiapkan berkas-berkas yang akan diperiksa.
Setelah itu, peserta akan duduk di kursi yang telah disediakan panitia. Tampak peserta sudah mengenakan pakaian yang sesuai dengan aturan termasuk menggunakan masker dua lapis (medis dan bahan) sesuai dengan ketentuan.
Untuk pemeriksaan administrasi dilakukan selama dua tahapan. Pertama panitia memeriksa kelengkapan administrasi dari mulai kartu peserta, kartu identitas, kartu keterangan sehat, sertifikat vaksin hingga hasil swab antigen. Sementara yang kedua pemberian pin peserta ujian.
Sebelum memasuki ruangan, mereka harus berbaris satu persatu di tempat yang telah ditentukan sembari menunjukkan kartu peserta,
Setelah itu, kartu peserta ujian selesai dicek, mereka dipersilahkan masuk ke ruangan berdasarkan nomor yang telah ditentukan.
Sejumlah peserta CASN yang telah mengikuti tes SKD mengaku lega. Satu diantaranya yakni Siti Damayanti (27) warga asal Sungailiat, Kabupaten Bangka yang mencoba peruntungan menjadi abdi negara di Mahkamah Agung.
Bagaimana tidak setelah 100 menit berada di dalam ruangan dan mengerjakan berbagai macam soal dengan sistem computer asisted test (CAT) dianggapnya cukup melelahkan.
Sebab, para peserta harus berkejar-kejaran dengan waktu yang menurutnya singkat. Sedangkan materi soal yang diberikan berbentuk Psikometri atau hitungan hingga harus menggunakan nalar. (Bangkapos/Cepi Marlianto)