Breaking News:

CPNS Bangka Belitung

Ujian CPNS 2021 Pemkot Pangkalpinang, Pemindai Wajah Peserta Diharapkan Bisa Antisipasi Joki

Pemindai wajah akan digunakan untuk mengantisipai joki dalam pelaksanaan tes CPNS 2021 di Pemkot Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Kabid Perencanaan, Pengadaan Mutasi dan Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang Fahrizal. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabid Perencanaan, Pengadaan Mutasi dan Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang Fahrizal menyebut, seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 di Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang akan dilengkapi dengan teknologi face recognition atau pemindai wajah.

Menurutnya, Penggunaan teknologi ini dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan calo dan joki saat pelaksanaan tes berlangsung.

"Untuk menjaga jaminan security pada tesnya, kami membuat aplikasi face recognition. Itu bisa melihat wajah dari peserta ujian. Jadi tidak memungkinkan lagi adanya joki atau calo. Mengawali registrasi nanti kita siapkan seperti webcam itu, sebelum login juga ada scan wajah jadi menghindari joki-joki yang tidak kita inginkan," kata Fahrizal kepada Bangkapos.com, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Aturan Baru Naik Pesawat untuk Lion Air September 2021, Termasuk Mobil dan Kereta

Baca juga: Peserta Tes CPNS di Pemprov Babel Bisa Gratis Rapid Tes Antigen, Cukup Tunjukan Suket Kurang Mampu

Baca juga: Nasabah BRI, BNI, Mandiri, BTN dan BSI Disuruh Cek Saldo ATM, Dapat Rp900 Ribu-3 juta Jika Ikut Ini

Kata Fahrizal, saat ini proses persiapan pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang sudah 80 persen.

Fahrizal mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan komputer beserta jaringannya. Hingga menyediakan mesin genset antisipasi jika ada pemadaman listrik, dan setiap komputer disipakan UPS PC.

"Berhubung UPT BKN sedang digunakan juga untuk intansi lain, sambil menunggu itu kalau lagi tidak dipakai sambil kami mempersiapkan untuk jaringannya, kalau ada waktu kosong kami langsung persiapan, kalau sekarang sudah 80 persen lab persiapannya," tuturnya.

Menurutnya, untuk pelaksanaan tes sendiri satu hari dilaksanakan sebanyak 340 peserta dibagi menjadi empat sesi, dimana satu sesi 85 orang menggunakan dua ruangan, dimana ruang pertama berkapasitas 50 orang dan ruang dua berkapasitas 35 orang.

Kecuali hari Jumat dua sesi, hanya diikuti 170 peserta ujian.

"Kalau untuk antisipasi listri padam kita sudah ada mesin genset yang punya BKN, dan untuk pertama setiap komputer sudah dilengkapi dengan UPS PS jadi kalau ada trouble ada kesempatan untuk menyimpan dulu, dan ruangan kedua kita siapkan laptop untuk antisipasinya," jelasnya.

Sementara untuk pelaksanaan tes rapid antigen yang digratiskan oleh Pemkot Pangkalpinang dapat diikuti H-1 pelaksanaan tes.

"Untuk tes rapid antigent dijadwalkan H-1 sebelum pelaksanaan tes, sudah kita umumkan sebelumnya dan lokasinya bisa dicek langsung diweb. Satu hari juga ada empat sesi jadi untuk pemeriksaan rapid antigent kita tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan tapi juga satgas Covid-19 seperti BPBD, POL PP, dan lainnya," sebutnya.

Kemudian Fahrizal menegaskan, untuk yang ketahuan memberikan surat keterangan rapid antigen palsu untuk formasi CPNS luar Pemkot Pangkalpinang namun pelaksanaan tes di UPT BKN langsung digugurkan dan dilaporkan kepada pihak yang berwajib sebab termasuk tindakan pemalsuan. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved