Breaking News:

WhatsApp

Apa yang Dimaksud Mark Zuckerberg Tentang Memperluas Enkripsi end-to-end di WhatsApp, Apakah Aman?

Apa yang Dimaksud Mark Zuckerberg Tentang Memperluas Enkripsi end-to-end di WhatsApp, Apakah Aman?

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
facebook
CEO Facebook, Mark Zuckerberg.(Facebook) 

BANGKAPOS.COM -- Facebook akan memungkinkan pengguna memilih untuk mengaktifkan enkripsi end-to-end pada cadangan mereka juga sebagai bagian dari langkah terbaru.

Apple dan Google memiliki akses ke pesan WhatsApp yang dicadangkan pengguna di cloud.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan perusahaannya memperluas enkripsi end-to-end pada layanan pesan WhatsApp-nya.

Teks yang dikirim di WhatsApp sudah dilindungi sehingga hanya dapat dilihat oleh pengirim dan penerima. 

Baca juga: Aturan Baru Penumpang yang Naik Pesawat ke Bangka Belitung Hingga Syarat Naik Lion Air

Baca juga: Nasabah BRI, BNI, Mandiri, BTN dan BSI Disuruh Cek Saldo ATM, Dapat Rp900 Ribu-3 juta Jika Ikut Ini

Baca juga: Jarang Berhubungan Intim Bisa Bikin Penyakit, Kalau Rutin Ternyata Bisa Sembuhkan Banyak Penyakit

Orang-orang telah dapat mencadangkan pesan mereka di cloud, menggunakan Google Drive Alphabet dan icloud Apple. 

Namun, sementara WhatsApp tidak memiliki akses ke cadangan tersebut, Apple dan Google berpotensi melakukannya.

Sekarang, Facebook akan memungkinkan pengguna untuk memilih untuk mengaktifkan enkripsi ujung ke ujung pada cadangan mereka juga, yang berarti baik WhatsApp maupun penyedia layanan cloud tidak akan dapat mengaksesnya.

Mengapa WhatsApp memperluas dukungan multi-perangkat ke iPad dan tablet Android?

"Kami menambahkan lapisan privasi dan keamanan lainnya," kata Zuckerberg dalam sebuah posting blog pada hari Jumat.

“WhatsApp adalah layanan perpesanan global pertama pada skala ini yang menawarkan perpesanan dan pencadangan terenkripsi end-to-end,

dan untuk mencapainya merupakan tantangan teknis yang sangat sulit.”

Langkah ini dilakukan ketika Facebook menghadapi pengawasan atas kebijakan privasinya untuk layanan perpesanan. 

Awal pekan ini, ProPublica menerbitkan laporan yang menyoroti bagaimana pekerja kontrak menyaring jutaan pesan pribadi yang telah ditandai oleh pengguna sebagai berpotensi kasar.

Organisasi investigasi nirlaba kemudian menjelaskan bahwa WhatsApp tidak merusak enkripsi end-to-end.   (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved