Breaking News:

Berita Sungailiat

Libatkan Banyak Sektor, Bappeda Bangka Ciptakan Inovasi Si Tumbuh Cerdas, Raih Penghargaan Top 9

Bappeda Bangka raih penghargaan Top 9 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
Ist/Bappeda Bangka
ilustrasi pelaksanaan kegiatan posyandu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Melalui inovasi Si Tumbuh Cerdas (Aksi Kolaborasi Penurunan Stunting Agar Bayi Hidup Cerdas dan Sehat), Bappeda Bangka raih penghargaan Top 9 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Bersama dengan tiga inovasi lainnya yang merupakan milik Kabupaten Bangka, Badan Perencanaan Pembangun Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka siap berkompetisi untuk menjadi juara dalam KIPP 2021 tersebut.

Adapun nilai kebaruan dari inovasi tersebut terletak pada aksi kolaborasi yang melibatkan banyak sektor dalam penanganan stunting.

"Pada dasarnya, penanganan stunting ini bukan hanya tugas tenaga kesehatan saja, melainkan tugas kita bersama karena perlu adanya kolaborasi dengan berbagai sektor,"  jelas Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto kepada Bangkapos.com, Sabtu (11/9/2021).

Pan Budi mengatakan, bahwa inovasi 'Si Tumbuh Cerdas' tersebut memerlukan kolaborasi pentahelix antara pemerintah sebagai sektor utama, perguruan tinggi, media massa, pelaku usaha, serta tokoh dan lembaga masyarakat.

Baca juga: Aturan Terbaru Naik Pesawat untuk Lion Air, Sriwijaya Air Hingga Garuda Indonesia di September 2021

Baca juga: Hari Ini Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Cair, Mau Tahu Siapa Saja Penerimanya? Batasi Akses Ini

Diakuinya, perlu adanya pendekatan tata kelola melalui pendekatan penuntasan hulu ke hilir melalui pengelolaan pernikahan, pngelolaan kehamilan, pengelolaan pengasuhan, pengelolaan sanitasi dan lingkungan, pengelolaan advokasi, pengelolaan kelembagaan, dan pengelolaan inovasi.

Pengimplementasian program 'Si Tumbuh Cerdas' dilakukan dengan berbagai tahapan melalui keterlibatan sejumlah sektor pemerintahan seperti Bappeda, Dinkes, DP2KBP3A, DPUPR, DINPERKPP, Dindikpora, Dinsos, Dinpemdes, Dinkominfotik, Dindukpencapil, dan Dinpanpertan.

"Proses impelementasinya kita lakukan secara bertahap melalui aksi 1 analisis situasi, aksi 2 penyusunan rencana kegiatan, aksi 3 rembuk stunting, aksi 4 penetapan peraturan bupati, aksi 5 pembinaan kader pembangunan manusia, aksi 6 sistem manajemen data, aksi 7 pengukuran dan publikasi stunting, dan aksi 8 reviuw kinerja tahunan," jelas Pan Budi.

Baca juga: JK Kagumnya pada Rakyat Afghanistan, Sebut Negara Terdekat yang Bisa Bantu Afghanistan Hanya China

Baca juga: Suami Tak Bisa Bohong Lagi, Begini Cara Sadap WhatsApp Hanya dengan Nomor WA, Tak Ketahuan

Dengan adanya inovasi tersebut, telah memberikan banyak dampak yang cukup signifikan terhadap penanganan stunting di Kabupaten Bangka.

"Melalui program tersebut, terjadinya angka penurunan prevalensi stunting yang sangat luar biasa bahkan terbaik di Indonesia, dari 32,27% di tahun 2013, menjadi 8,9% ditahun 2018, 5,05 % ditahun 2019, dan 1,87% pada periode Februari 2021," paparnya.

Selain itu, keberhasilan program tersebut juga berhasil membawa dirinya beserta Bupati Bangka menjadi narasumber advokasi penanganan stunting diberbagai forum nasional.

Ia berharap inovasi ' Si Tumbuh Cerdas' tersebut dapat diadaptasi dan terus ditingkatkan melalui komitmen pemerintah daerah dengan kolaborasi secara pentahelix.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved