Breaking News:

Berita Bangka Barat

Tetangga Teriak Panggil Warga Lihat Api di Rumah Sumardi, Tak Ada yang Bisa Diselamatkan

Sebuah rumah di Gang Anyai, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat rata dengan tanah usai dilahap oleh si jago merah, Sabtu (11/9/2021) siang.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
(Ist/Polsek Tempilang)
Kondisi rumah Sumardi yang berada di Gang Anyai, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat kini telah rata dengan tanah usai dilahap oleh si jago merah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebuah rumah di Gang Anyai, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat rata dengan tanah usai dilahap oleh si jago merah, Sabtu (11/9/2021) siang tadi.

Musibah yang menimpa rumah milik Sumardi (38) tersebut diketahui bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Saat api terlihat mulai membakar rumah semi permanen yang terbuat dari papan dam tembok.

Kapolsek Tempilang Ipda Mulia Renaldi saat dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah namun tidak ada korban jiwa dikarenakan saat kebakaran rumah sedang tidak ada penghuninya.

"Pada pukul 11.00 tetangga korban melihat ada api, lalu berteriak dan memanggil warga. Lalu api sudah membakar seluruh bagian rumah Sumardi beserta isinya yang memang, sebagian rumahnya masih terbuat dari papan," ujar Ipda Mulia saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Sabtu (11/09/2021).

Sejumlah warga dibantu Bhabinkamtibmas Desa Tempilang pun, saling bahu-membahu memadamkan kobaran api yang berlangsung sekitar 30 menit.

Baca juga: Nasabah BRI, BNI, Mandiri, BTN dan BSI Disuruh Cek Saldo ATM, Dapat Rp900 Ribu-3 juta Jika Ikut Ini

Baca juga: Aturan Baru Naik Pesawat untuk Lion Air September 2021, Termasuk Mobil dan Kereta

Baca juga: Pria Ini Kantongi Rp900 Ribu Tiap Hari dari Hasil Mengerit, Pengelola SPBU Sampai Buat Pengakuan

Namun nahas rumah yang ditinggali Sumardi bersama istri dan anaknya tersebut tidak bisa diselamatkan sehingga rata dengan tanah.

Hanya tersisa beberapa bongkahan papan yang hangus terbakar dan dinding beton pondasi rumah setinggi satu meter yang menjadi saksi bisu, si jago merah melahap rumah Sumardi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian.

"Dari keterangan Sumardi saat meninggalkan rumah tidak ada menghidupkan kompor, obat nyamuk ataupun lilin dan anak serta istrinya pun sedang keluar. Kebakaran ini pun diduga diakibatkan adanya korsleting listrik," tuturnya.

"Selain itu korban juga mengatakan sekitar dua minggu lalu sering terjadi korsleting listrik di area KWH rumahnya, korban ini juga sudah memberitahukan kejadian tersebut kepada PLN dan pernah dicek oleh karyawan PLN," tambahnya.

Sementara itu untuk kerugian ditaksir hingga mencapai sekitar Rp 60 juta, usai beberapa barang seperti televisi, kulkas, mesin cuci dan surat-surat berharga tak bisa diselamatkan dalam kebakaran tersebut.

"Untuk saat ini dari kepolisian sudah memasang Police Line, serta melakukan penyelidikan mendalam terkait kemungkinan lain dari penyebab kebakaran," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved