Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Anggota DPRD Bangka Belitung Nico Sebarluaskan Perda Terkait Pentingnya Pengembangan Ekonomi Kreatif

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Nico Plamonia Utama melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda).

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Nico Plamonia Utama saat melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 9 Tahun 2018 tentang pengembangan ekonomi kreatif di Hotel Osela Pangkalpinang, Sabtu (11/9/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bangka Belitung (Babel), Nico Plamonia Utama melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 9 Tahun 2018 tentang pengembangan ekonomi kreatif di Hotel Osela Pangkalpinang, Sabtu (11/9/2021).

Diakuinya, kemarin, Jumat (10/9/2021), Politisi Partai Demokrat ini juga sudah melakukan sosialisasi perda yang wajib disebarluaskan yakni Perda Nomor 10 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

"Jadi masing-masing anggota dewan itu sesuai jadwal, dua kali penyampaian perda. Wajibnya perda terkait Covid-19 karena kondisi masih pandemi, dan satunya perda pilihan,"  jelas Nico.

Baca juga: Aturan Terbaru Naik Pesawat untuk Lion Air, Sriwijaya Air Hingga Garuda Indonesia di September 2021

Baca juga: Syarat Naik Pesawat ke Bangka Belitung, Berlaku Mulai 7 September 2021

Dia menilai masyarakat masih kurang tertarik untuk memahami perda yang telah ada, pasalnya dirasa tidak berhubungan dengan keseharian secara langsung.

"Padahal perda ini mengikat individu, selama ini perda pengembangan ekonomi kreatif, padahal ketika masyarakat ingin mengembangkan usaha, mereka dilindungi oleh perda, bahkan pemerintah daerah wajib mengembangkan ekonomi kreatif," ungkap Nico.

Namun, dia berharap kreativitas pelaku usaha agar peluang ekonomi kreatif semakin besar.

"Dunia sekarang sangat membutuhkan sesuatu yang kreatif, Babel memang mengandalkan sumber daya alam, tetapi harus diingat dunia berubah, dulu pertanian, beralih ke industri, dan sekarang masuk fase kreativitas," katanya.

Baca juga: Nasabah BRI Mandiri hingga BTN Kategori Ini Dapat Rp900 Ribu-Rp3 Juta, Mau? Penuhi Syaratnya

Baca juga: Bikin Kamu Tajir Melintir, 5 Uang Kertas Termahal di Indonesia Selembar Bisa Tembus Rp 1,5 Miliar

Dia menyebutkan orang yang tak kreatif dikhawatirkan akan tertinggal, begitu pula dengan Bangka Belitung jika hanya mengandalkan sumber daya alam, maka akan tertinggal.

"Apalagi kita saat ini baik itu pertambangan kita, belum menjadi barang yang siap pakai, rata-rata belum siap pakai. Misal timah baru sampai lebur, kelapa sawit baru sampai CPO. Ini yang kita harapkan dengan masyarakat tetapi pemerintah juga harus serius mengawalnya dan menyiapkan dana untuk ini," saran Nico.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved