Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Disdukcapil Bangka Tengah Imbau Warga Aktif Laporkan Data Administrasi Kependudukan

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka Tengah mencatat sebanyak 394 akta kematian telah diterbitkan sejak bulan Januari hingga juni

Penulis: Sela Agustika | Editor: khamelia
(bangkapos.com/Sela Agustika).
Kepala Dindukcapil Bangka Tengah, Julhasnan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka Tengah mencatat sebanyak 394 akta kematian telah diterbitkan sejak bulan Januari hingga juni 2021.

Kepala Dindukcapil Bangka Tengah, Julhasnan mengatakan, berdasarkan data pembuatan akta kematian saat ini terjadi penurunan dibandingkan data dua tahun terakhir.

"Per tahun 2021 hingga Juni memang pembuatan akta ini tercatat sebanyak 394, namun untuk tahun lalu (2020) total pembuatan akta kematian tercatat sebanyak 850, mengalami penurunan jika dibanding tahun 2019 sebanyak 894. Kalau di lihat tren pembuatan akta ini memang angka kematian di Bangka Tengah turun, namun karena baru per data saat ini jadi kita belum dapat pastikan apakah turun atau meningkat," ungkap Julhasnan kepada Bangkapos.com, Minggu (12/9/2021).

Terkait permintaan pembuatan akta kematian karena meninggal covid-19, Ia menuturkan pihaknya tidak mengetahui dan tidak mencantumkan penyebab kematian saat pembuatan akta kematian.

"Untuk penyebab pembuatan akta kematian ini tidak dicatat apakah karena covid-19 atau tidaknya. Intinya kita hanya menerima laporan pembuatan akta ini yang nantinya kita proses," ujar Julhasnan.

Kata Julhasnan pihaknya pun rutin melakukan sosialisai kepada masyrakat untuk melaporkan data administrasi kependudukan, baik itu pembuatan akta kematian, kelahiran, cerai dan lainnya.

"Pembuatan akta kematian ini penting sekali untuk memberikan kepastian dan menentukan siapa sebenarnya ahli wahrisnya kepada yang bersangkutan. Dan untuk pendataan administtrasi ini setiap hari selalu ada yang lapor ke kita," kata Julhasnan.

''Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera mengurus dan melaporkan apapun administrasi kependudukan, baik lahir, mati, masyarakat yang datang, cerai dan lainnya," tambahnya.

Ia menuturkan, di tengah pandemi saat ini dalam pengaduan pelayanan pihaknya menyediakan pelayanan secara online yang bisa diakses langsung melalui aplikasi Sistem Online dalam mengurus administrasi kependudukan (Sipelanduk) ataupun melalui via Whatsaap dan website untuk memudahkan masyarakat.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved