Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Timgab Datangi Aktivitas Tambang Ilegal di Bukit Kejora Desa Beluluk, Minta Segera Dihentikan

Tim Gabungan (Timgab) terdiri dari Anggota Polsek Pangkalanbaru dengan Satpolpp Kecamatan Pangkalanbaru datangi lokasi aktivitas Tambang Inkonveksiona

Penulis: Sela Agustika | Editor: khamelia
(Istimewa/SatpolPp Bateng).
Timgab yang terdiri dari Anggota Polsek Pangkalanbaru dengan Satpolpp Kecamatan Pangkalanbaru saat mendatangi lokasi Tambang Inkonveksional (TI) skala besar di Bukit Kejora Desa Beluluk Kecamatan Pangkalanbaru Bangka Tengah Minggu, (12/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Gabungan (Timgab) terdiri dari Anggota Polsek Pangkalanbaru dengan Satpolpp Kecamatan Pangkalanbaru datangi lokasi aktivitas Tambang Inkonveksional (TI) skala besar di Bukit Kejora Desa Beluluk Kecamatan Pangkalanbaru Bangka Tengah Minggu, (12/9/2021).

kedatangan Timgab ini menindaklanjuti laporan warga dan upaya respon cepat atas adanya aktivitas Tambang Inkonveksional (TI) skala besar di Bukit Kejora Desa Beluluk Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah.

"Hari ini, Minggu (12/9/2021) kita (SatpolPp) bersama aparat kepolisian menindaklanjuti laporan warga atas adanya aktivitas TI skala besar di Bukit kejora ini dengan langsung mendatangi lokasi," kata Sekretaris Satpolpp Bangka Tengah Wawan Kurniawan usai melakukan penertiban, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Hubungan Terlarang Janda Muda dengan Anak SMA, Setelah Berhubungan Intim Peristiwa Tragis Terjadi

Wawan menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pemilik TI skala besar ini bernama Andi Kuwek. Bahkan pihaknya bersama tim gabungan pun meminta penjaga kamp/pondok agar menyampaikan kepada pemilik untuk menghentikan aktifitas penambangan timah.

"Hasil informasi yang kita telusuri di lapangan, aktifitas tambang timah tersebut diduga tidak berizin atau illegal. Kita minta agar tambang ilegal ini di hentikan, jangan lagi ada aktivitas di Bukit kejora," tegas wawan.

Kata Wawan, saat ini tidak ada lagi aktifitas penambangan timah di lokasi tersebut, bahkan menurut keterangan penjaga aktivitas TI ini sudah berhenti sejak  Sabtu (10/9) kemarin. 

"Yang kami temui di lapangan hanya satu orang pekerja atau penjaga, sementara pemiliknya tidak ada. Kami berterimakasih kepada warga yang telah memberikan informasi ini dan kita terus berupaya merespon informasi dari masyarakat ini," ungkap Wawan.

Baca juga: Aturan Terbaru Naik Pesawat untuk Lion Air, Sriwijaya Air Hingga Garuda Indonesia di September 2021

Sementara itu Kapolsek Pangkalanbaru, AKP Joko Muntoro membenarkan bahwa aktivitas tambang ilegal skala besar tersebut dimonitori satu orang yang bernama Andi Kuwek dan  mengimbau agar aktifitas tambang timah ini segera di bubarkan.

"jika imbauan tidak diindahkan, maka kami akan melakukan sikap tegas bersama Polres Kota Pangkalpinang," kata AKP Joko.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved