Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Cegah Pernikahan Dini, Ketua TP PKK Bangka Tengah Ajak Optimalkan Puskesmas Ramah Anak

Tim Penggerak Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bangka Tengah ajak masyarakat untuk optimalkam puskesmas ramah anak

Penulis: Sela Agustika | Editor: khamelia
ist
Ketua TP PKK Bangka Tengah, dr Eva Algafry mengajak masyarakat mulai dari tingkat desa untuk mengoptimalkan pelayanan posyandu di tingkat Desa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Penggerak Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bangka Tengah ajak masyarakat untuk optimalkam puskesmas ramah anak dalam upaya mencegah terjadinya pernikahan dini pada anak dan turut mendukung percepatan penurunan angka stunting, angka putus sekolah dan peningkatan setinggi mungkin derajat kesehatan anak Indonesia, khususnya di Bangka Tengah (Bateng).

Ketua TP PKK Bangka Tengah, drg Eva Algafry mengatakan, Puskesmas Ramah Anak ini berperan penting dalam mencegah pernikahan dini pada anak, bahkan ia menilai melalui program ini juga menjadi upaya percepatan penurunan stunting, serta risiko kesehatan, dan peningkatan pendidikan anak.

"Jika kita mengacu pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), maka salah satu upaya dalam mencegah pernikahan dini pada anak yaitu dengan mengoptimalkan peran dan fungsi layanan kesehatan yang ada di masyarakat, salah satunya melalui Puskesmas Ramah Anak (PRA), karena 32% anak Indonesia diketahui berobat di Puskesmas," ujar drg. Eva Algafry.

Kata Eva, peran dan fungsi puskesmas dalam mencegah pernikahan dini pada anak dapat dioptimalkan dengan melakukan edukasi, sosialisasi, dan konseling terkait kesehatan reproduksi, pentingnya memenuhi hak anak, serta pemahaman terkait hak anak untuk tidak dinikahkan saat usia dini.

"Puskesmas Ramah Anak ini memiliki peran penting untuk mengedukasi masyarakat dan mengajak semua untuk mencegah pernikahan dini pada anak melaui keluarga dan anak itu sendiri,” jelasnya.

Ia  berharap masyarakat Bangka Tengah dapat turut andil memerangi kasus pernikahan dini pada anak yang dapat menyebabkan banyak kerugian pada anak, seperti putus sekolah dan berakhir pada perceraian.

"Perlindungan anak menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk anak itu sendiri. Ini dapat dimulai dari keluarga, dengan mulai memberikan pemahaman kepada anak bahwa mereka dapat menjadi pelindung bagi diri sendiri dan sekitar," tuturnya.

"Katakan stop pada pernikahan dini, sebab dapat menyebabkan anak putus sekolah, resiko kematian ibu dan bayi, bayi terlahir stunting, memicu KDRT, dan berakhir dengan perceraian. Mari bersama kita cegah pernikahan dini pada anak demi masa depan Indonesia yang lebih maju, " ajaknya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved