Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kapolda Babel Soroti Penanganan Kasus Korupsi yang Dinilai Belum Ada Langkah Konkrit

Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, menyoroti belum adanya langkah konkrit sehingga membuat sejumlah penyelidikan kasus korupsi mengambang.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: El Tjandring
Bangka Pos/Anthoni Ramli
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes Pol Harryo Sugihartono. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, menyoroti belum adanya langkah konkrit sehingga membuat sejumlah penyelidikan kasus korupsi mengambang.

Hal ini diungkapkan Jenderal Bintang dua ini, di sela memberikan sambutan pada kenal sambut, Dansat Brimob dan Kapolres Bangka Tengah, di gedung Tribrata Polda Babel, Senin (13/9/2021).

Menurut Anang, masih banyak persoalan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) yang harus diselesaikan. Terutama persoalan korupsi. Selain itu, persoalan perbankan juga menjadi perhatian pihaknya.

"Krimsus paling banyak persoalan yang harus diselesaikan selain pertambangan. Terutama masalah korupsi. Korupsi ini masih mengambang belum keliatan langkah konkrit, kalau Tipiter masih bagus, masalah perbankan juga masih kita perdalam lagi," tegas Anang.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes Pol Harryo Sugihartono, menyebut, naik atau tidaknya kasus tindak pidana tergantung analisa pihaknya.

"Jadi naik atau tidak suatu kasus tindak korupsi tergantung analisa kita. Kita harus memahami situasi kondisi yang ada saat ini," ujar Harryo menanggapi pernyataan Kapolda tersebut.

Baca juga: PPKM Berakhir 13 September, Ini Aturan Terbaru Penerbangan Garuda, Sriwijaya Air, dan Lion Air

Baca juga: Syarat Naik Pesawat ke Bangka Belitung, Berlaku Mulai 7 September 2021

Baca juga: Tubuhnya Makin Kurus, Indra Bruggman Dituding Pakai Obat-obatan dan Derita Penyakit Menular

Menurut Harryo, penegakan hukum bukan semata mata hal yang utama. Sebab, setiap kasus dugaan tindak pidana korupsi telah memiliki porsi masing-masing.

"Penegakan hukum bukan hal yang utama, artinya apa dugaan tindak pidana ini memang ada porsinya, ada tahapan penyelidik dan penyidikan," bebernya.

Selain itu, dalam ranah penyelidikan, juga masih dianjurkan memberikan pembinaan dengan catatan sesuai dengan SOP yang peruntukan Mabes Polri.

"Sehingga ruang-ruang itulah yang digunakan. Supaya pihak-pihak bisa memperbaiki kesalahannya."

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved