Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wakil Ketua DPRD Babel Keluhkan Pemprov Tak Gratiskan Rapid Antigen untuk CPNS dan Seleksi PPPK

Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi mengeluhkan kebijakan pemerintah provinsi terkait hanya peserta dari kalangan tidak mampu

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi mengeluhkan kebijakan pemerintah provinsi terkait hanya peserta dari kalangan tidak mampu yang menerima pembebasan biaya rapid test antigen sebagai syarat ikut seleksi kemampuan dasar (SKD) CPNS dan seleksi kompetensi PPPK.

Peserta dari kalangan tidak mampu itupun harus menunjukan surat keterangan (suket) tak mampu.

Keluhan tersebut sempat dilontarkan wakil rakyat ini saat Rapat Badan Anggaran membahas rancangan APBD perubahan Tahun 2021 di Ruang Banggar DPRD Babel, Senin (13/9/2021).

"Kami tadi agak sedikit hangat, ingin menanyakan keseriusan gubernur atau pemprov untuk melaksanakan rekomendasi DPRD mengenai rapid test antigen gratis bagi CPNS atau PPPK formasi provinsi," kata Amri.

Baca juga: PPKM Berakhir 13 September, Ini Aturan Terbaru Penerbangan Garuda, Sriwijaya Air, dan Lion Air

Baca juga: Kombes Pol Nazaluddin, Tiga Kali Jabat Dansat Brimob, Mulai dari Maluku, Riau dan Ketiga Polda Babel

Pihak DPRD Babel mendapatkan informasi bahwa pemprov tidak melaksanakan pembebasan biaya rapid test antigen secara menyeluruh.

"Hanya dilaksanakan sesuai dengan instruksi mendagri, bahwasanya yang dibantu ada PPPK, itu pun tidak mampu, padahal menurut hemat kami ini adalah kebijakan daerah," ungkap Amri.

Diakuinya, mereka sudah meminta agar pemerintah provinsi mengalokasi anggaran menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk pelaksanaan tersebut.

"Karena apa, kita mengibaratkan bahwa kita punya stok alat rapid test antigen untuk tracking dan tracing bagi masyarakat yang berdampak Covid-19, padahal proses ini bisa juga tracking dan tracing untuk proses seleksi CPNS itu," katanya.

Baca juga: Aturan Baru Naik Pesawat untuk Lion Air September 2021, Termasuk Mobil dan Kereta

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Gading Marten Masih Sayang Gisel: Tapi Dia Kan Sudah Punya Pacar

Menurutnya, jika pemerintah provinsi memberikan gratis rapid test antigen tentu akan membantu para peserta tersebut.

"Apalagi tes tidak hanya satu kali tes, bisa dua atau tiga kali tes lagi. Bahkan peserta ada yang bukan dari pulau Bangka tetapi ada yang dari Belitung juga, mereka harus datang, mesti harus kita bantu," kata Amri.

Dia juga kecewa ketika mendengar informasi ada pengajuan alat rapid test antigen oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung.

"Dinas kesehatan mengusulkan tambahan untuk rapid test antigen sebesar Rp41 Juta, satu sisi yang kita usulkan tak disetujui tapi untuk yang baru malah diusulkan lagi, ini masih akan kita bahas lagi," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved