Breaking News:

Berita Pangkalpinang

40 Persen Pelajar SMP di Pangkalpinang Telah Disuntik Vaksin Covid-19, PTM Terbatas Mulai Diterapkan

Eddy Supriadi mengatakan, sekitar 4.000 dari 12.000 total siswa jenjang SMP negeri maupun swasta di Pangkalpinang telah divaksin.

Penulis: Magang1 | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Khairan (16) terpaksa dipegang erat oleh Kapolsek Gerunggang, Iptu Amri dan kepalanya ditolehkan oleh Kabag Ops Polres Pangkalpinang AKP Andri saat hendak divaksin Covid-19 karena takut dengan jarum suntik, di Masjid Raya Tua Tunu Indah, Pangkalpinang, Senin (6/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Supriadi mengatakan, sekitar 4.000 dari 12.000 total siswa jenjang sekolah menengah pertama (SMP) negeri maupun swasta di Pangkalpinang telah divaksin Covid-19.

“Di Pangkalpinang sendiri berproses, sekitar 30 sampai 40 persen sudah mulai berkoordinasi dengan puskesmas masing-masing. Ada juga sekolah yang didatangi oleh tim dinas kesehatan yang datang ke sekolah,” kata Eddy kepada Bangkapos.com, Selasa (14/9/2021).

Eddy menyebut, apabila nantinya vaksinasi Covid-19 kepada siswa SMP umur 12 tahun keatas telah mencapai 100 persen kegiatan belajar mengajar di sekolah seperti semula belum akan dilakukan. Hal itu lantaran pihaknya belum menyiapkan opsi untuk pembelajaran tatap muka secara keseluruhan.

Baca juga: Syarat Naik Pesawat Terbang Lion Air Group Periode 1-6 September 2021

Baca juga: Wilayah Bangka Belitung Masih Musim Kemarau Tapi Justru Hujan, BMKG Beberkan Penyebabnya

Apalagi di lapangan, diakui Eddy masih sering terjadi benturan dengan orangtua siswa yang tidak setuju anaknya disuntik vaksin.

“Nanti akan kita lihat, saat ini kita belum membuat opsi keseluruhan seperti biasa, normal itu belum. Kita masih terbatas secara bertahap. Walaupun nanti anak SD ada yang umur 12 tahun itu akan tetap kita ikut sertakan. Terpenting untuk mengikutsertakan mereka itu harus ada persetujuan dari orang tua,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, untuk saat ini setidaknya dari 61 TK, 57 Kelompok Bermain, 97 SD dan 30 SMP negeri maupun swasta yang ada di Pangkalpinang semuanya sudah melakukan PTM terbatas.

Setiap jenjang satuan pendidikan juga diberikan keleluasaan untuk menentukan waktu hingga durasi pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Saat ini sudah 100 persen sekolah sudah melakukan PTM terbatas mulai dari Paud, TK, SD dan SMP. Sekolah juga boleh menambah jam belajar, itu improvisasi melihat dan menimbang situasi di lapangan, jika tidak ada masalah itu diperbolehkan,” ungkap Eddy.

Baca juga: Kabar Gembira, Bioskop XXI Transmart Pangkalpinang Akan Segera Buka, Catat Syarat-syarat Bisa Masuk

Namun dia mewanti-wanti satuan pendidikan yang menambah durasi jam pembelajaran agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.

“Asal komitmen protokol kesehatan tetap diutamakan sebab kurikulum itu belum menjadi target. Kita berharap Covid-19 semakin landai, syukur-syukur cepat berlalu. Ini menjadi menjadi strategi kita ke depan untuk membuat pelajaran menjadi nyaman,” harap Eddy.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved