Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ancaman Narkoba Kian Nyata, BNNP Bangka Belitung Minta Masyarakat Waspadai Narkoba Sintetis

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol M Zainul Muttaqien menyebut, ancaman narkoba kian nyata.

Penulis: Magang1 | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol M Zainul Muttaqien. (Bangkapos/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol M Zainul Muttaqien menyebut, ancaman narkoba kian nyata.

Bahkan menurutnya, masyarakat harus mewaspadai New Psychoactive Substances atau NPS, yaitu narkoba jenis baru hasil sintesis.

Padahal produk-produk NPS sering dilabeli tidak untuk dikonsumsi manusia.

"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini kian nyata. Narkoba kini telah menjadi musuh bersama, kondisi ini diperburuk dengan beredarnya narkoba jenis baru atau NPS yang dapat menciptakan celah kejahatan," kata dia kepada Bangkapos.com usai membuka acara pembekalan kewirausahaan di Kantor Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Tips WhatsApp, Cara Mudah Mengetahui Pasangan Berselingkuh atau Tidak, Lengkap dengan Datanya

Baca juga: Kaya Mendadak, Uang Koin Rp 500 Ditukar Rp 750 Ribu di Bank Umum, Begini Penjelasan BI

Muttaqien mengatakan, NPS yang juga sering disebut sebagai narkoba sintetis, legal highs, herbal highs, pil pesta, kokain sintetis, ganja sintetis, ekstasi herbal, N-methoxybenzyl, dan banyak nama lainnya ancaman narkoba jenis NPS ini sangat berbahaya.

Berdasarkan data, terdapat 803 jenis narkoba jenis NPS. Bahkan sebanyak 76 di antaranya beredar di Indonesia.

Sebanyak 74 jenis NPS diantaranya telah masuk dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 20 Tahun 2018.

"Dari 76 sebanyak 72 NPS telah terdapat dalam peraturan regulasi undang-undang kesehatan. Jadi masih ada empat lagi yang belum masuk regulasi undang-undang kesehatan. Ini yang tidak bisa kita proses," ungkap Muttaqien.

Untuk itu, sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) semua pimpinan Kementerian kelembagaan, kepala daerah mulai dari gubernur, bupati, wali kota sampai dengan lurah untuk turut berperan serta melaksanakan rencana aksi nasional tersebut di wilayah setempat dengan mengikutsertakan komponen masyarakat.

Baca juga: Ini Sosok Marlina Octoria, Istri Siri Ayah Taqy Malik yang Baru Dinikahi 2 Bulan Tapi Bikin Heboh

Baca juga: Hari Ini Ayu Ting Ting Penuhi Panggilan Polisi, Aksi Pamer Baju Ketat Bak Tantang Haters Ini Disorot

Apalagi adanya bonus demografi pada tahun 2030 nanti atau kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia yang tidak produk.

"Ini merupakan kesempatan bagi suatu negara untuk dapat meningkatkan indeks perekonomian, kita perlu memanfaatkan semaksimal mungkin kondisi ini salah satunya dengan mempersiapkan dan memastikan masyarakat bersih dari P4GN," tandas Muttaqien. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved