Breaking News:

Berita Pangkalpinang

DAS Rusak, Bangka Belitung Berpotensi Banjir, Begini Penjelasan Mikron Antariksa

Potensi bahaya bencana banjir di Provinsi Bangka Belitung (Babel) masuk dalam kategori tinggi. Hal tersebut disampaikan, Kepala BPBD Babel, Mikron Ant

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala BPBD Babel, Mikron Antariksa. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Potensi bahaya bencana banjir di Provinsi Bangka Belitung (Babel) masuk dalam kategori tinggi. Hal tersebut disampaikan, Kepala BPBD Babel, Mikron Antarika, kepada Bangkapos.com, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya luas wilayah banjir di Babel 1.180.353 hektar (Ha) berdasarkan data pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel.

Ia menyebutkan sejumlah titik lokasi banjir di Babel berada di daerah pesisir disebabkan karena beberapa faktor.  "Seperti, curah hujan yang tinggi, ditambah dengan  air laut yang pasang, kemudian rusaknya DAS (daerah aliran sungai -red) sehinga air meluap sehingga menyebabkan banjir. Karena kalau DAS ini rusak, air pasti akan meluap, inilah yang menyebakan daerah kita sering menjadi langgaran banjir jika hujan lebat dan rob," jelas Mikron.

Mikron menambahkan, dalam mengatasi banjir, BPBD relah memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC) di sejumlah daerah sehingga tidak lagi perlu membentuk satuan tugas (Satgas) disetiap daerah rawan bencana.

"Posisinya sudah ada TRC di kabupaten/ kota, kemudian dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2007, mengenai penangukanan bencana alam, telah disampaikan prosedurnya. Sehingga apabila terjadi banjir semua stakholder dapat bekerja sesuau tupoksi masing-masing,"terangnya.

Dalam mengatasi bencana banjir, Mikron mengatakan, BPBD selalu berkoordinasi dengan masing-masing kepala daerah dan dinas terkait, dalam upaya antisipasi bencana banjir.

"Persiapan kita sudah dilakukan untuk menghadapi bencana banjir, karena ada beberapa siklon disampikan peringatan dini oleh BMKG. Kita ada upaya pencegahan sampai rehabilitasi sudah semua kita siapkanya dan pada Jumat nanti, kita berencana koordinasi dengan dinas PUPR membahasa soal penanggulangan bencana untuk sejumlah daerah," katanya.

Sementara anggaran penangnan bencana di BPBD Babel kata Mikron masih minim saat ini hanya Rp300 juta, digunakan untuk mobilisasi penanggulangan bencana di Babel.

Sedangkan, kata Mikron, ada 10 jenis bencana berpotensi di Bangka Belitung, dua di antaranya seperti bencana gempa bumi dan kegagalan teknologi yang masuk dalam kategori kelas rendah sisanya tinggi dan sedang.

"Yang kelas sedang itu ada pada potensi bencana tanah longsor. Kemudian sisanya tinggi, seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan abrasi, kebakaran hutan/lahan, kekeringan, hingga epedemi dan wabah penyakit termasuk Pandemi Covid-19," jelas Mikron.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved