Breaking News:

bangka pos hari ini

Dosen UBB Berbagi Ilmu Tanam Porang ke Petani

Dosen Agroteknologi Universitas Bangka Belitung (UBB) berbagi ilmu dengan petani di Desa Balinijuk, Kabupaten Bangka.

Penulis: Rusaidah (CC) | Editor: Agus Nuryadhyn
Isimewa/UBB
Kegiatan Dosen Agroteknologi UBB berbagi ilmu dengan petani di Desa Balinijuk, Kabupaten Bangka. 

MERAWANG, BANGKA POS - Dosen Agroteknologi Universitas Bangka Belitung (UBB) berbagi ilmu dengan petani di Desa Balinijuk, Kabupaten Bangka.

Adapun ilmu yang dibagikan, pertama memungkinkannya bertani, beternak serta budidaya perikanan secara bersamaan dalam satu wilayah atau lahan dengan implikasi yang sangat menguntungkan.

Kedua, diberikan pengetahuan tentang penanaman komoditas yang sedang viral, yakni Porang.

Ketiga, diajarkan secara langsung dan mendetail bagaimana mengelola limbah menjadi kompos dengan metode yang cenderung sederhana.

"Di Mendo Barat kami sudah mengembangkan peternakan, pertanian dan perikanan di satu lokasi. Di sana kami membudidayakan ikan lele, beternak itik di lahan tanaman padi. Dalam prosesnya, limbah yang dihasilkan itik di lokasi itu langsung kami jadikan penyubur padi. Sementara kolam lele, serta merta telah menjadi habitat dan tempat bermain itik. Lelenya sendiri bisa dijadikan pakan, dan airnya yang banyak mengadung unsur hara, bisa disiramkan kepada tanaman untuk menyuburkannya," ujar Dosen Agroteknologi UBB, Dr Ratna Sari dalam rilisnya, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: Detik-detik Ketua RT Diterkam Buaya di Depan Istrinya Lalu Diseret ke Tengah Laut

Dari siklus tersebut, usaha yang telah mereka bangun secara terpadu tidak akan menghasilkan yang namanya limbah yang terbuang.

Sementara itu dosen senior Jurusan Agroteknologi UBB, Dr Ismed Inonu secara detail memberikan informasi tentang penanaman Porang dan bagaimana menjanjikannya tanaman umbian ini sebagai komoditas pertanian baru.

Menurutnya, Porang adalah tanaman umbi-umbian yang menghasilkan tepung glukoma 6 yang paling tinggi dibandingkan umbi-umbian yang lain.

"Tepung ini biasanya diproses menjadi makanan untuk orang-orang yang ingin diet. Kalau di Jepang sudah banyak diproduksi menjadi nasi buatan dan mie," katanya.

Tidak hanya itu, menurutnya, Porang bisa diproses menjadi sebuah produk lem, karena tepung Porang ini sangat lengket.

Baca juga: PPKM Diperpanjang Lagi, Ini Aturan Terbaru Naik Pesawat Garuda, Lion Air, dan Sriwijaya Air

Bahkan Porang ramai dimanfaatkan oleh industri kertas untuk melengketkan antar kertas, mengingat bahan dari tepung Porang ini bisa lengket kuat.

Porang juga sering dipakai untuk pembungkus kapsul yang selama ini kita konsumsi.

"Dengan banyaknya kegunaan tepung Porang, negara-negara maju khususnya yang beriklim non-tropis butuh banyak impor Porang, sehingga bisa dikatakan porang adalah komoditi baru yang sangat menjanjikan. Alasan lain yang menjanjikan, karena tanaman ini tumbuh dan proses merawatnya tidak susah di negeri kita yang beriklim tropis. Investasinya juga murah," kata Ismed Inonu.

Baca juga: RSUD Bangka Selatan Lakukan Upaya Visum Terhadap Jenazah Baharudin

"Berdasarkan pengalaman koordinator penanaman Porang di Bangka, Pak Mustofa yang membina sekitar 100 petani Porang, ia berhasil menghimpun informasi bahwa untuk modal 1 Hektare, cukup mengeluarkan modal senilai 4 juta rupiah. Dari modal ini, menurut keterangan Pak Mustofa, petani bisa menghasilkan uang senilai 40 juta rupiah," lanjutnya.

Mendengar pemaparan dari Dr Ratna Santi dan Dr Ismed Inonu tersebut, para petani Balunijuk antusias untuk segera merealisasikan dan mengaplikasikan sesegera mungkin apa yang didiseminasikan oleh dua dosen Agroteknologi tersebut. (*/s2)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved