Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Jadi Kawasan Rawan Narkoba, Masyarakat di Pangkalpinang Dapat Pembekalan Wirausaha dari BNN

Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan pembekalan pemberdayaan alternatif melalui pengembangan wirausaha

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat menyerahan bingkisan alat wirausaha bagi masyarakat di daerah rawan narkoba di Kantor Kecamatan Bukit Intan, Selasa (14/9/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Narkotika Nasional ( BNN) memberikan pembekalan pemberdayaan alternatif melalui pengembangan wirausaha bagi masyarakat kawasan rawan narkoba.

Kali ini pembekalan tersebut diberikan kepada masyarakat di Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung, di Kantor Kecamatan Bukit Intan, Selasa (14/9/2021) pagi.

Kepala BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol M. Zainul Muttaqien mengatakan, pembekalan ini sebagai terobosan untuk memulihkan kawasan tersebut menjadi yang lebih aman dan produktif.

Seperti yang diketahui Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan menjadi kawasan yang rawan akan narkoba.

"Selain itu kita juga berkeinginan memberikan masyarakat mempunyai pilihan mata pencaharian, demi menyongsong hidup yang lebih baik," kata Muttaqien kepada Bangkapos.com.

Baca juga: Pengacara Yosef Pada Kasus Pembunuhan di Subang Bukan Orang Sembarang, Foto Ariel NOAH Ini Buktinya

Baca juga: Hari Ini Ayu Ting Ting Penuhi Panggilan Polisi, Aksi Pamer Baju Ketat Bak Tantang Haters Ini Disorot

Muttaqien menyebutkan, dalam program ke wirausahaan ini masyarakat akan menerima pelatihan dengan potensi yang sesuai dengan kearifan lokal di wilayah setempat.

Pembekalan yang diberikan berupa membuat kerajinan tangan hingga cara budidaya tanaman obat-obatan.

Dengan adanya hal ini diharapkan dikemudian hari dapat menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai jual.

"Permasalahan narkoba tidak dapat dilakukan secara sepihak, namun memerlukan dukungan semua elemen, termasuk diantaranya adalah peran stakeholder, masyarakat atau pemerintah daerah. Tentunya memiliki kepentingan untuk menjaga masyarakat bebas dari narkoba," terang Muttaqien.

Sementara itu terpisah, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengungkapkan terimakasih dengan adanya pembekalan kepada masyarakat di kawasan rawan narkoba di Pangkalpinang.

Molen sapaan akrabnya, tak menampik bahwa kelurahan Pasir Putih merupakan daerah rawan akan penyalahgunaan narkoba

Ia bersyukur dengan adanya pemberdayaan masyarakat, sehingga diharapkan menjadi pendapatan yang baru bagi masyarakat ditengah Pandemi Covid-19.

"Saya mewakili masyarakat dan pemerintah Kota Pangkalpinang sangat bersyukur, dengan kegiatan hari ini dan masyarakat mendapat pengetahuan baru dan income baru untuk mereka," kata Molen.

Baca juga: Tips WhatsApp, Cara Mudah Mengetahui Pasangan Berselingkuh atau Tidak, Lengkap dengan Datanya

Baca juga: Janji Bantu Biayai Masa Depan Bilqis, Profesi Enji Baskoro Eks Ayu Ting Ting di Klub Malam Terkuak

Meskipun begitu lanjut Molen, perang terhadap narkoba sampai kini juga terus digaungkan oleh pemerintah Kota Pangkalpinang bukan hanya di hulu melainkan sampai ke hilir.

Termasuk Kelurahan Pasir Putih yang ditargetkan menjadi daerah bersih tanpa narkoba (Bersinar).

"Berulang-ulang kita selalu menyatakan perang terhadap narkoba. Pengedar ini yang yang harus kita perangi, kalau pemakaian hanya kena sialnya. Jadi para pengedar ini yang harus kita nyatakan perang terhadap mereka," tegas Molen.

Untuk itu, pemerintah Kota Pangkalpinang siap mensupport program ke wirausahaan ini melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Pangkalpinang untuk skala yang lebih besar agar masyarakat berdaya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved