Breaking News:

Media Asing Bahas Iden Menkes Budi Gunadi Sadikin di Pertemuan G-20, Mantan Bankir Itu Bicara Dana

Media Asing Bahas Iden Menkes Budi Gunadi Sadikin di Pertemuan G-20, Mantan Bankir Itu Bicara Dana

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
setkab.go.id
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Media asing membahas ide yang diungkapkan Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin Kelompok 20 (G-20) di Roma, Italia, awal pekan ini.

The Straits Times meluncurkan artikel berujudul "Indonesia proposes global pool of resources for health crises,".

Pada artikel itu, Indonesia mengusulkan kumpulan sumber daya global untuk krisis kesehatan.

Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin  telah mengusulkan pembentukan kumpulan sumber daya global yang dapat dengan cepat disalurkan ke negara-negara yang menghadapi krisis kesehatan dan membutuhkan bantuan segera.

Baca juga: Pengacara Yosef Pada Kasus Pembunuhan di Subang Bukan Orang Sembarang, Foto Ariel NOAH Ini Buktinya

Baca juga: Hari Ini Ayu Ting Ting Penuhi Panggilan Polisi, Aksi Pamer Baju Ketat Bak Tantang Haters Ini Disorot

Baca juga: Tips WhatsApp, Cara Mudah Lacak Lokasi Pasangan Agar Tak Mudah Selingkuh

Budi, yang memiliki pengalaman 30 tahun sebagai bankir, menjelaskan perlunya mekanisme pembiayaan baru untuk keadaan darurat kesehatan global, seperti di industri keuangan, di mana Dana Moneter Internasional mendukung negara yang menghadapi krisis moneter.

Selain bantuan keuangan, sumber daya di kumpulan global dapat mencakup tabung oksigen dan peralatan pelindung pribadi.

Hal itu disampaikan Budi dalam pertemuan para menteri kesehatan Kelompok 20 (G-20) di Roma, Italia, awal pekan ini (6 September).

Para menteri membahas strategi untuk mendukung akses yang adil terhadap vaksin, dampak kesehatan dari pandemi Covid-19, dan respons terkoordinasi terhadap keadaan darurat kesehatan.

"Dalam keadaan darurat, pencairan sumber daya ini ke negara-negara yang membutuhkan harus dilakukan secara cepat dan adil. Instrumen seperti itu harus dikembangkan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan dalam semangat solidaritas global," kata Budi. menurut salinan pidatonya.

Penyatuan sumber daya harus didasarkan pada partisipasi proporsional dari negara-negara, dan ini harus dilakukan selain - tidak mengorbankan - prioritas lain, tambahnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved