Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Pegawai Honorer di Pemprov Babel Ini Akui Rajin Puasa dan Tahajud Jelang Tes SKD CPNS

Berbagai kisah perjuangan mewarnaiseleksi kompetensi dasar CPNS Pemprov Babel tahun 2021 yang digelar mulai hari

Surya/Ahmad Zaimul Haq
ILUSTRASI -Peserta seleksi kompetisi bidang (SKB) bagi CPNS Pemkot Surabaya bersiap mengikuti tes di GOR Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (22/9/2020). Simak syarat mengikuti tes SKD CPNS 2021, yang dilaksanakan mulai 2 September 2021 

"Mereka dijadwalkan ulang oleh panitia seleksi ASN nasional, asalkan yang bersangkutan segera melapor ke helpdesk call center yang dapat dilihat di IG bkpsdmd dan IG Rendapeg dengan melampirkan hasil test positif Covid-19. Kemudian bisa melalui call center instansi masing-masing seperti pemprov ke nomor WA 089504884279 minimal satu hari sebelum SKD," ucapnya.

Kata Susanti, nantinya panitia seleksi akan menentukan kapan dan di mana lokasi ujian bagi mereka yang positif Covid-19.

"Mereka yang positif Covid-19 saat ujian nanti ada sarana dan prasarana untuk mendukung dan harus menggunakan alat pelindung diri. Tidak seperti peserta lainya, nanti disampaikan hanya melalui layar, tidak dilakukan kontak langsung," jelasnya.

Susanti menegaskan persyaratan CPNS Pemprov Babel berupa hasil negatif swab tes RT PCR dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen dengan kurun waktu maksimal 1×24 jam.

“Ini merupakan syarat untuk melakukan registrasi agar peserta mendapatkan PIN ujian CPNS,” pungkasnya.
Peserta test antigen

Sementara itu menjelang satu hari pelaksanaan tes SKD CPNS Pemprov Babel, sejumlah peserta ramai melakukan tes d ibeberapa fasililitas kesehatan dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Pemprov Babel.

Pantauan Bangka Pos,kemarin antrean panjang terlihat di halaman Labkesda Babel. Selain peserta tes SKD CPNS, para pelaku perjalanan juga terlihat mengantre untuk melakukan rapid test antigen dan swab PCR.

Kepala Labkesda, Provinsi Bangka Belitung, Sujari mengatakan Labkesda menyediakan layanan untuk warga yang kurang mampu dengan menunjukkan surat keterangan dari pemerintah setempat, apabila ingin melakukan tes rapid test antigen.

"Dari pagi hingga siang ini, sudah delapan orang peserta CPNS yang melakukan rapid test antigen dengan membayar. Belum ada yang menggunakan surat keterangan tidak mampu,"jelas Sujari kepada Bangka Pos, Senin (13/9) di tempat kerjanya.

Dari hasil tes yang mereka lakukan, belum terdapat peserta CPNS yang hasilnya positif terpapar Covid-19. "Sejauh ini tidak ada yang hasilnya positif semua negatif," jelasnya.

Sujari mengatakan Labkesda Bangka Belitung telah menurunkan tarif pemeriksaan rapid test antigen yang semula Rp160.000 turun menjadi Rp100.000.

Ia mengatakan penurunan tarif rapid test antigen berdasarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/I/3065/2021 terkait batas tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen (RDT-Ag).

"Jam operasional kita dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Sementara untuk harga pemeriksaan Polimerase Chain Reaction (PCR) di Labkesda tarifnya hanya Rp500.000 diberlakukan pada 18 Agustus lalu," ujarnya. (riu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved