Breaking News:

Berita Bangka Barat

Penertiban TI Belo Laut, 4 Hektare Hutan Lindung Rusak, Kompol Evry: Tiap Razia Bocor Semua

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Evry Susanto mengatakan akan melakukan tindakan represif, jika ditemukan para penambang yang melakukan aktivitas

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Penertiban TI oleh tim gabungan di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (14/09/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ratusan sakan tak bertuan berhasil diamankan tim gabungan dari Polres Bangka Barat, Kodim 0431/Bangka Barat, Sat Pol PP dan instansi terkait saat melakukan penertiban di kawasan tambang inkonvensional (TI) Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. 

Saat tim gabungan melakukan penertiban, hanya ditemukan ratusan sakan dan beberapa selang. Namun untuk mesin yang digunakan untuk TI, tidak ditemukan satu pun. 

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Evry Susanto mengatakan akan melakukan tindakan represif, jika ditemukan para penambang yang melakukan aktivitas ilegal tersebut. 

"Disini banyak terdapat TI ilegal yang mana hari ini tidak ada yang melakukan penambangan TI, tapi ada sisa sakan kalau mesin sudah diangkut semua. Kalau misal masih kayak gini lagi kita adakan upaya represif, untuk lebih lanjut ada (tindak pidana) karena kita upayakan represif kalau dia tetap melakukan penertiban di sini," ujar Kompol Evry Susanto, Selasa (14/09/2021). 

Namun diketahui penertiban yang melibatkan 75 personel dari tim gabungan, diungkapkan Kompol Evry Susanto sudah bocor. 

Baca juga: Tiga Jam Diperiksa Polisi, Ayu Ting-ting Jawab 15 Pertanyaan, Bongkar Alasannya Polisikan Hater

Baca juga: Tips Instagram, Cara Mudah Melihat Orang yang Kepoin Kamu di Insta Story Kamu, Cie Ketahuan!

"Setiap ada razia penertiban pasti selalu bocor, kita gak tau ini ada oknum yang membocorkan atau gimana. Kita rapat kemarin dengan kadis kehutanan di ruang Bupati dipimpin Bupati pada bocor semua," tuturnya. 

Sementara itu Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Bangka, Bambang Trisula mengatakan terdapat dampak negatif terhadap lingkungan. 

"Informasi dari kepala KPHP Rambat Menduyung kerusakan di Hutan Lindung ini, kurang lebih 3-4 hektare sekarang ini sudah di tambang masyarakat kalau luas keseluruhan 2.000 hektare. Kecil sekali intinya, harapnnya jangan dirusak," kata Bambang Trisula. 

Selain itu terkait kerusakan, pihaknya mengatakan akan melakukan pemulihan terhadap kawasan-kawasan hutan yang terdampak TI. 

"Kami akan berkoordinasi juga dengan aparat desa, BPD desa untuk membentuk kelompok mari kita jaga nanti kelompok ini kita berdayakan. Ini melalui kegiatan pemulihan ekonomi nasional untuk rehabilitasi mangrove itu ada anggarannya, bentuk kelompoknya masyarakat yang kita berdayakan untuk menanam dan memelihara ini," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy). 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved