Breaking News:

bangka pos hari ini

Target Tanah Pengganti Jalan Tanjung Ular Satu Bulan

Dinas PUPR Kabupaten Bangka Barat menargetkan tanah pengganti dalam pembangunan jalan Pelabuhan Tanjung Ular akan selesai pada 13 Oktober 2021 nanti.

Penulis: Rusaidah (CC) | Editor: Agus Nuryadhyn

MUNTOK, BANGKA POS - Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bangka Barat, Effendi menargetkan tanah pengganti dalam pembangunan jalan Pelabuhan Tanjung Ular akan selesai pada 13 Oktober 2021 nanti.

Hal ini disampaikan usai menggelar rapat bersama stakeholder dan OPD terkait di Ruangan OR 1 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat.

"Kalau sertifikat ada 16, semuanya ada 34 untuk tanah sisa yang terkena jalan. Tanah pengganti diusulkan desa ada dua bentuknya yakni sertifikat lalu satu lagi atas hak biasa surat dari kades sampai camat. Kita harus proses 13 Oktober 2021 harus selesai, sudah ada tanah penggantinya," ujar Effendi, Senin (13/9/2021).

Diketahui untuk pembangunan jalan di Desa Air Limau dan Air Putih sepanjang 13,3 Km yang menjadi konektivitas menuju Pelabuhan Tanjung Ular ditargetkan sesuai kontrak selesai pada 31 Desember 2022.

Baca juga: Siap-siap Sekolah dengan SPP Mahal akan Dikenakan Pajak oleh Pemerintah, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

Baca juga: Dosen UBB Berbagi Ilmu Tanam Porang ke Petani

"Kalau jalan ada yang Area Penggunaan Lain (APL), Hutan Produksi (HP) dan ada Hutan Lindung (HL), ini terkait dengan APL jadi tanah masyarakat yang terdampak itukan masih ada sisa. Artinya tanah sisa masyarakat mengusulkan, tanah sisa kalau sudah sedikit susah buat pertanian jadi harus kita akomodir," tuturnya.

Untuk tanah pengganti yang diusulkan yakni kurang lebih 20.750,91 m², sedangkan untuk tanah kas desa yang terdampak kurang lebih 12.470 m². Selain itu untuk tanah sisa, dengan luasan kurang lebih 271.000 m².

Baca juga: Polda Babel MOU Dengan PT Igas Kelola ISO Tank Oksigen Bantuan Kapolri

"Lalu tanah pengganti, ada aset desa yang bumdes itukan terkena jalan yang kita laksanakan TMMD. Itu harus kita ganti dan nilai sudah jelas Rp 455 juta, tapi kita tidak bisa mengganti dengan uang. Harus diganti tanah dengan tanah, dan kebetulan tanah pengganti ada di desa air limau," ungkapnya. (riz)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved