Breaking News:

Ternyata Pekerja TI di Tempilang Jadi Korban Pembunuhan, Istri Sempat Lapor Suaminya Tidak Pulang

Sempat dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Sabtu (11/9/2021) lalu, seorang warga Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, jadi korban pembunuhan.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: M Ismunadi
Ist/Polsek Tempilang
Lokasi pembunuhan yang kini sudah dipasang garis polisi di Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Seorang warga Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat sempat dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Sabtu (11/9/2021).

Belakangan diketahui bahwa pria 45 tahun itu menjadi korban tindak pidana pembunuhan.

Kejadian ini berhasil diungkap Polsek Tempilang usai mendapatkan laporan dari istri korban, setelah diketahui sejak Sabtu (11/09/2021) suaminya yang bekerja sebagai penambang TI pamitan untuk bekerja namun tak kembali ke rumah.

Mendapatkan laporan tersebut tim yang dipimpin Kapolsek Tempilang Ipda Mulia Renaldi pun, melakukan sejumlah interogasi terhadap beberapa rekan kerja korban.

"Istri korban sama kepala dusun datang ke Polsek Tempilang mengatakan, sudah empat hari suaminya tidak pulang. Saat berangkat kerja korban ini pergi bersama ketiga rekan kerjanya yakni RS, TO dan SA," ujar Ipda Mulia, Selasa (14/9/2021).

Dari hasil penyelidikan dari ketiga saksi tersebut, Polsek Tempilang pun akhirnya berhasil mengamankan pelaku yakni BO (21) yang juga warga Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Tak butuh lama bagi tim Polsek Tempilang usai mendapatkan laporan pada pukul 12.00 tadi, pelaku yang bersembunyi di rumah kerabatnya di Desa Air Lintang ini berhasil diringkus pada pukul 13.00.

"Dari hasil interogasi dan penyelidikan, pelaku ini berhasil diamankan di rumah kakak kandungnya. Saat dilakukan penangkapan dan dilakukan interogasi, pelaku ini mengakui melakukan pembunuhan pada Sabtu (11/09/2021) lalu)," tuturnya.

Lebih lanjut Ipda Mulia mengatakan pelaku yang juga merupakan penambang TI, menggunakan senjata tajam jenis parang, guna menghabisi nyawa korban.

"Pembunuhan terhadap korban dengan cara menebas leher korban, dengan menggunakan sebilah parang secara bertubi-tubi. Kemudian korban disembunyikan di lobang camui tempat orang bekerja TI, di dusun Pelaik dengan cara ditimbun dengan menggunakan pasir," bebernya.

Lebih lanjut untuk motif pelaku nekat melakukan pembunuhan, Ipda Mulia Renaldi mengatakan diduga dikarenakan adanya rasa dendam pelaku kepada korban.

"Sedangkan untuk motif pembunuhannya pelaku merasa dendam terhadap korban, karena memang tidak akur dari dulu," ucapnya.

Sementara itu satu unit sepeda motor dan satu helai celana yang digunakan korban dijadikan sebagai barang bukti. Sedangkan pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Tempilang, guna penyelidikan lebih lanjut. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved