Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Warga Gedung Nasional Pangkalpinang Resah Setiap Kali Hujan Banjir, Evin: Tidak Tidur Sampai Pagi

Warga di Kelurahan Gedung Nasional, Tamansari, Kota Pangkalpinang merasa khawatir saat hujan turun, hal itu dikarenakan di daerah yang mereka tempati

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kondisi kawasan yang menjadi langganan banjir di Kelurahan Gedung Nasional, Tamansari, Kota Pangkalpinang, Selasa (14/9/2021). (Bangkapos.com/Yuranda) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga di Kelurahan Gedung Nasional, Tamansari, Kota Pangkalpinang merasa khawatir saat hujan turun, hal itu dikarenakan di daerah yang mereka tempati rawan banjir.

Kendati begitu, tidak banyak hal yang bisa dilakukan oleh mereka. Hanya berharap hujan yang turun tak lama dan tidak menyebabkan banjir di kediaman mereka.

Satu di antaranya, Evin (35) Warga Jalan Merpati Dalam, Kelurahan Gedung Nasional mengungkapkan saat hujan turun ia merasa cemas, lantaran di daerahnya kerap terjadinya banjir.

Apalagi, saat hujan di malam hari, tak jarang Ia bersama orangtuanya tak tidur hingga pagi hari.
Hal tersebut sudah dialami olehnya sejak beberapa tahun belakang ini. 

Saat banjir ia dan keluarganya berjibaku dengan air guna memindahakan barang-barang ke tempat lebih tinggi, agar barang tersebut tidak rusak, terlebih lagi barang elektronil.

"Cemas sudah pasti, karena kalau hujan lebat sampai 2 jam air sudah banyak di depan rumah sampai masuk. Pasrah dengan keadaan ini, karena sudah bertahun-tahun, tiap kali hujan selalu banjir," kata Evin kepada Bangkapos.com, saat dijumpai di rumahnya, Selasa (14/9/2021)

Sekedar diketahui, ada beberapa titik di Kota Pangkalpinang langganan banjir di antaranya, Kelurahan Rangkui, Kacang Pendang, Batin Tikal, Pasar Pagi, SPBU Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gedung Nasional, Parit Lalang, Bukit Sari, dan Kampung Keramat.

Sampai saat ini, ia menduga pemerintah belum menangani persoalan banjir yang di alami mereka. Namun Evin, sangat berharap kepada pemerintah segera menangani banjir ini.

"Mungkin pemerintah belum mau, karena mereka masih bangun jalan yang ada di Kota Pangkalpinang, saya harap sih segera karena banjir ini sangat meresakan terutama malam hari tidak bisa tidur kami, kepikiran," ucapnya

Sudah merasa resah dengan banjir yang dialami, Evin bersama keluarga berinisiatif untuk meninggikan lantai rumahnya, guna mengantisipasi air tidak masuk ke kediamannya.

"Baru 10 bulan kami tinggikan lantai ini, kalau tidak begini air selalu masuk hingga ke dalam rumah. Kalau sudah bergini kan air hanya sampai teras, tapi tidak tahu kalau hujan lebat," katanya. (Bangkapos.com / Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved