Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wilayah Bangka Belitung Masih Musim Kemarau Tapi Justru Hujan, BMKG Beberkan Penyebabnya

BMKG Kelas 1 B Depati Amir, Kota Pangkalpinang mengatakan wilayah Bangka Belitung masih memasuki musim kemarau hingga awal Oktober 2021 mendatang.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Kepala Seksi Data dan Informasi, BMKG Depati Amir Pangkalpinang Kurniaji, saat melihat kondisi cuaca di monitor komputer pantauan cuaca di Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 B Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Selasa (14/9/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 B Depati Amir, Kota Pangkalpinang mengatakan wilayah Bangka Belitung masih memasuki musim kemarau hingga awal Oktober 2021 mendatang.

Kendati demikian, kondisi cuaca di wilayah Babel masih terjadi hujan. Hal tersebut lantaran dipengaruhi pembentukan awan konvektif masih cukup banyak, didukung oleh kecepatan angin, sehingga terjadinya hujan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Data dan Informasi, BMKG Depati Amir Pangkalpinang Kurniaji, kepada Bangkapos.com, di Kantor BMKG, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Pengacara Yosef Pada Kasus Pembunuhan di Subang Bukan Orang Sembarang, Foto Ariel NOAH Ini Buktinya

Baca juga: Hari Ini Ayu Ting Ting Penuhi Panggilan Polisi, Aksi Pamer Baju Ketat Bak Tantang Haters Ini Disorot

Menurutnya, berdasarkan pemantauan dari pihaknya, Bangka Belitung masih berada di musim kemarau, hingga bulan Oktober 2021 awal.

"Diperkirakan tahun ini perubahan musim dari kemarau ke penghujan lebih maju. Sama halnya dengan 300 tempat zona musim yang mengalami kemajuan musim penghujan," kata Kurniaji

Kalau biasanya, lanjutnya, musim penghujan di Wilayah Babel terjadi cukup lama hingga akhir bulan Oktober. Namun kali ini diperkirakan mengalami kemajuan musim dan terjadi lebih awal.

Ia menambahkan dengan kondisi seperti ini, wilayah Bangka Belitung belum termasuk wilayah dengan cuaca ekstrim. Namun pergeseran musim dari rata-rata normalnya, (anomali cuaca) yang terjadi di Bangka Belitung.

"Seperti yang kita ketahui saat musim kemarau jarang hujan, tapi ternyata malahan sering hujan dari mulai Juni kemaren hingga pertengahan September ini. Itu dipengaruhi oleh kecepatan angin dan awan konvektif yang cukup banyak," jelas Kurniaji.

Menurutnya,  hal tersebut disebabkan angin masih bertipu dari timur Australia dengan berarti Babel masuk masih di musim kemarau. Tapi kalau sudah masuk musim penghujan, angin bertiup dari barat laut dari Asia ke Australia.

Tidak Berdampak Banjir

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved