Breaking News:

4 Hari Pekerja TI Tempilang Tak Pulang Setelah Pamit dari Istri, Jasadnya Ditemukan di Lobang Camui

SU hilang selama empat hari sejak Sabtu (11/09/2021) tak kembali ke rumah, sang istri memutuskan lapor kehilangan suaminya kepada Polsek Tempilang

Ist/Polsek Tempilang
Lokasi pembunuhan yang kini sudah dipasang garis polisi di Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. 

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Evry Susanto mengatakan akan melakukan tindakan represif, jika ditemukan para penambang yang melakukan aktivitas ilegal tersebut. 

"Disini banyak terdapat TI ilegal yang mana hari ini tidak ada yang melakukan penambangan TI, tapi ada sisa sakan kalau mesin sudah diangkut semua. Kalau misal masih kayak gini lagi kita adakan upaya represif, untuk lebih lanjut ada (tindak pidana) karena kita upayakan represif kalau dia tetap melakukan penertiban disini," ujar Kompol Evry Susanto, Selasa (14/09/2021). 

Namun diketahui penertiban yang melibatkan 75 personel dari tim gabungan, diungkapkan Kompol Evry Susanto sudah bocor. 

"Setiap ada razia penertiban pasti selalu bocor, kita gak tau ini ada oknum yang membocorkan atau gimana. Kita rapat kemarin dengan kadis kehutanan di ruang Bupati dipimpin Bupati pada bocor semua," tuturnya. 

Sementara itu Kabid Perlindungan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Bangka, Bambang Trisula mengatakan terdapat dampak negatif terhadap lingkungan. 

"Informasi dari kepala KPHP Rambat Menduyung kerusakan di Hutan Lindung ini, kurang lebih 3-4 hektare sekarang ini sudah di tambang masyarakat kalau luas keseluruhan 2.000 hektare. Kecil sekali intinya, harapnnya jangan dirusak," kata Bambang Trisula. 

Selain itu terkait kerusakan, pihaknya mengatakan akan melakukan pemulihan terhadap kawasan-kawasan hutan yang terdampak TI. 

"Kami akan berkoordinasi juga dengan aparat desa, BPD desa untuk membentuk kelompok mari kita jaga nanti kelompok ini kita berdayakan. Ini melalui kegiatan pemulihan ekonomi nasional untuk rehabilitasi mangrove itu ada anggarannya, bentuk kelompoknya masyarakat yang kita berdayakan untuk menanam dan memelihara ini," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved