Breaking News:

bangka pos hari ini

4.000 Siswa SMP Sudah Divaksin, Semua Sekolah di Pangkalpinang Mulai PTM Terbatas

Sebanyak 4.000 siswa dari total 12.000 siswa sekolah menengah pertama (SMP) negeri maupun swasta di Pangkalpinang telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Penulis: Ajie Gusti Prabowo (CC) | Editor: Agus Nuryadhyn
Dok/Humas Polres Pangkalpinang
Polsek Bukitintan pantau dan amankan kegiatan penyaluran vaksinasi gratis di Sekolah SMP Negeri 1 Pangkalpinang, Selasa (14/9/2021) ist / Humas Polres Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM - Sebanyak 4.000 siswa dari total 12.000 siswa sekolah menengah pertama (SMP) negeri maupun swasta di Pangkalpinang telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi, Selasa (14/9/2021).

"Di Pangkalpinang sendiri sedang berproses, sekitar 30-40 persen sudah mulai berkoordinasi dengan Puskesmas masing-masing. Ada juga sekolah yang didatangi oleh Tim Dinas Kesehatan yang datang ke sekolah," kata Eddy.

Meski terus mengalami perkembangan, diakui Eddy, pihaknya belum menyiapkan opsi untuk pembelajaran tatap muka secara keseluruhan walau vaksinasi siswa sudah mencapai 100 persen.

Baca juga: Nilai SKD Siska Nyaris Sempurna, 97 Peserta Lolos Passing Grade SKD CPNS Pemprov Bangka Belitung

Hal ini karena masih seringnya terjadi benturan dengan orangtua siswa yang tidak setuju anaknya divaksin.

"Nanti akan kita lihat, saat ini kita belum membuat opsi keseluruhan seperti biasa, belajar normal itu belum. Kita masih terbatas secara bertahap. Walaupun nanti anak SD ada yang umur 12 tahun itu akan tetap kita ikut sertakan. Terpenting untuk mengikutsertakan mereka itu harus ada persetujuan dari orang tua," jelasnya.

Menurutnya, saat ini ada 61 TK, 57 Kelompok Bermain, 97 SD dan 30 SMP negeri maupun swasta yang ada di Pangkalpinang sudah melakukan PTM terbatas.

Diakuinya, setiap jenjang satuan pendidikan juga diberikan keleluasaan untuk menentukan waktu hingga durasi pembelajaran di sekolah masing-masing.

"Saat ini sudah 100 persen sekolah sudah melakukan PTM terbatas mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP. Sekolah juga boleh menambah jam belajar, itu improvisasi melihat dan menimbang situasi di lapangan, jika tidak ada masalah itu diperbolehkan," ungkap Eddy.

Baca juga: Kabupaten Bangka Masih Level Empat, Kasus Kematian di Babel Terus Menurun  

Namun dirinya mewanti-wanti agar satuan pendidikan yang menambah durasi jam pembelajaran tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved