Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Angka Kasus Corona di Bangka Belitung Tembus 50 Ribu

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Babel, pasien positif Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung tembus 50.092 kasus, pada Rabu (15/9/2021) hari ini.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Pasien Covid-19 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Babel, pasien positif Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung tembus 50.092 kasus, pada Rabu (15/9/2021) hari ini.

Jumlah tersebut, berdasarkan tambahan kasus positif harian sebanyak 139 kasus.

Sementara untuk pasien sembuh bertambah 319 kasus, total 46.116 kasus dan meninggal dunia bertambah 4 kasus, total 1.340 kasus.

Sekretaris, Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Mikron Antariksa, mengatakan, dengan telah mencapai 50.092 kasus, diharapkan masyarakat tetap mewaspadai penyebaran Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini.

"Kalau Babel tembus 50 ribu artinya virus ini terus menyebar dan harus menjadi antisipasi untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Walaupun kasus di Babel sudah melandai, tetapi kematian karena Covid-19 masih terjadi hingga saat ini,"jelas Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Rabu (15/9/2021)

Dia menambahkan, masih terdapatnya kasus meninggal dunia di Babel karena keterlambatanya pengobatan yang dilakukan warga terkonfirmasi Covid-19.

"Itu terjadi karena akibat  ketidaktahuan masyarakat dan pembiaran terhadap kesehatan. Dia seharusnya harus ke rumah sakit. Tetapi setelah parah baru ke rumah sakit sehingga penanganya sudah terlambat, seharusnya apabila telah tahu gejalanya langsung saja ke rumah sakit, atau ke puskesmas dekat rumah,"tegasnya.

Mikron, menegaskan keengganan warga berobat ke rumah sakit dikhawatirkan akan dicovidkan oleh petugas medis, tetapi ia menyangkal hal tersebut.

"Terkadang masyarakat ada yang berfikir takut dicovidkan padahal sebetulnya tidak seperti itu. Karena berfikir seperti itu yang membuat terlambat datang ke rumah sakit.  Saat kondisi telah buruk akibatnya terjadi kematian. Itu bukan dicovidkan harus dipahami,"terangnya.

Selain itu, Mikrom juga menjelaskan berkaitan dengan varian barus Covid-19 hingga saat ini belum terjadi tambahan, masih berjumlah 27 kasus yang dahulu pernah disampaikan ke publik.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved